AYOJAKARTA.COM - Dalam dinamika politik yang terus berkembang, kerjasama antara PDIP dan Anies Baswedan menjadi topik hangat yang sedang ramai dibicarakan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melakukan kunjungan ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jakarta.
Pertemuan ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan PDIP akan mengusung Anies sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024.
Beberapa pengamat bahkan menyebutkan bahwa peluang terbesar untuk mengalahkan pasangan Ridwan Kamil (RK) dan Suswono ada pada PDIP jika mereka memutuskan untuk mengusung Anies.
Namun, apakah pertemuan Anies dengan PDIP ini hanya basa-basi politik, ataukah ada rencana serius di baliknya?
Pengamat politik, Yunarto Wijaya, mengungkapkan bahwa jika dilihat dari hasil survei, Anies Baswedan memang berada di peringkat pertama.
Ini tidak mengherankan, mengingat Anies adalah gubernur terakhir Jakarta dan masih memiliki sisa-sisa investasi elektoral dari Pilpres yang lalu.
Menurut Yunarto, secara elektoral, Anies lebih unggul daripada Ridwan Kamil, yang saat ini berada di peringkat ketiga di bawah Anies dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Jadi kalau ditanya memang di atas kertas Anies bisa unggul melawan RK atau tidak, ya,” ujar Yunarto Wijaya dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube METRO TV pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Baca Juga: Megawati 'Ogah' Beri Dukungan PDIP untuk Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024: Enak Amat Ya
Menariknya, RK mendapatkan dukungan dari 12 partai politik, yang menurut Yunarto menunjukkan adanya kesadaran dari KIM Plus bahwa RK mungkin akan kalah jika melawan Anies atau Ahok.
“Menurut saya ya salah satunya terkait dengan DKI ya disebabkan oleh sebuah kesadaran dari KIM Plus bahwa RK di atas kertas akan kalah kalau melawan yang namanya Anies atau Ahok,” jelasnya.
Ini juga menjelaskan mengapa nama Dharma Pongrekun tiba-tiba muncul sebagai calon, meskipun awalnya tidak lolos verifikasi.
Kini, pertanyaan penting adalah siapa yang akan dipilih PDIP di antara Anies dan Ahok, mengingat keduanya memiliki peluang besar untuk mengalahkan RK.
Secara elektoral, Anies memang lebih unggul, namun karakter Megawati yang cenderung memilih kader partai dan menekankan pada keberagaman, bisa memberikan peluang besar bagi Ahok.
Menurut Yunarto, peluang antara Anies dan Ahok masih fifty-fifty, dan keputusan akhir tetap ada di tangan PDIP.***