News

Ada Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang 'Tinggal Menunggu Waktu', Tapi Apakah Tetap Boleh Melaut? Begini Penjelasan BMKG

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Kamis 22 Agu 2024, 12:33 WIB
Ilustrasi gempa akibat Megathrust

AYOJAKARTA.COM - Munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona Megathrust bukanlah bentuk peringatan dini.

Bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap mempersilahkan warga di pesisir pantai tetap beraktivitas seperti biasa, seperti melaut.

Pembahasan perihal potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut ternyata bukanlah hal baru.

Bahkan hal ini dibahas sebelum ada Gempa dan Tsunami besar yang melanda Aceh 2004 lalu.

Baca Juga: Uji Kemampuan Analisa dengan Sekali Jawab, berapa Jumlah Orang yang Berkemah, Latihan Mengasah Otak

"Munculnya pembahasan potensi gempa di Megathrust saat ini bukan bentuk peringatan dini," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono saat dilansir Ayojakarta.com dari Instagram @mitigasibmkg, Kamis 22 Agustus 2024.

BMKG hanya mengingatkan kembali tentang keberadaan zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tersebut.

Para ahli menduga, Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sebagai zona kekosongan gempa besar.

Baca Juga: Ekstraksi Hp Vina Dijadikan Bukti Baru, Mengapa Hp Eky Tidak Dijadikan Barang Bukti? Ini Jawaban Roy Suryo

Disebut zona kekosongan gempa besar karena sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Dan seismic gap atau kekosongan gempa besar tersebut harus diwaspadai, karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Di Tunjaman Nankai terakhir terjadi gempa besar pada tahun 1946, artinya ada seismic gap 78 tahun.

Di Selat Sunda, terakhir ada gempa besar di tahun 1757 atau 267 tahun silam.

Baca Juga: Sangkal Pernyataan Armor Toreador Lakukan KDRT Lebih dari 5 Kali, Cut Intan Nabila: Saya saja Tidak Mampu...

Dan di Mentawai-Siberut, terakhir ada gempa besar 227 tahun lalu atau tahun 1797.

Lamanya gap inilah yang harus membuat semua pihak untuk jauh lebih serius dalam menyiapkan upaya mitigasi.

Rilis 'Tinggal Menunggu Waktu' yang dikeluarkan BMKG, karena sudah ratusan tahun di kedua wilayah tersebut belum terjadi gempa besar.

Tapi, bukan berarti segera akan terjadi gempa dalam waktu dekat.

Selain itu, segmen sumber gempa di sekitarnya sudah rilis gempa besar semua.

Untuk itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Termasuk melaut. Hingga berdagang dan berwisata di pantai.***

Baca Juga: Mau Punya Usaha Sendiri? Lakukan 4 Strategi Ini Agar Ide Bisnismu Lebih Unggul

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Imanudin Abdurohman