AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan Vina dan Eky pada Agustus 2016 di Cirebon semakin rumit.
Kini, hasil ekstraksi data di hp Vina terungkap ke publik. Hasil dari ekstraksi data hp tersebut terlihat masih ada percakapan Vina dengan Mega pada 22 Agustus 2016 pukul 22.15 WIB.
Hal tersebut bertentangan dengan BAP kasus Vina Cirebon yang di dalamnya berisi Vina dan Eky diserang gerombolan pemuda pada pukul 21.15 WIB sampai akhirnya kedua korban ditemukan meninggal.
Lalu, apakah ekstraksi data hp Vina tersebut merupakan rekayasa atau tidak? Pakar Telekomunikasi Roy Suryo menyampaikan jika hasil ekstraksi ini sudah muncul pada awal-awal kasus ini tidak perlu ada kasus Vina yang berkepanjangan seperti yang sekarang terjadi.
“Nah kalau saja bukti ini memang dulu pernah muncul awal-awal ketika kasus ini meledak ya mungkin perkara ini cepat dan tidak berkepanjangan, tidak harus sampai ada drama, sampai ada muncul, sampai sekian panjangnya lawyernya, banyak banget yang muncul” ucap Roy Suryo, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Uya Kuya TV, pada Kamis, 22 Agustus 2024.
“Ada geng motor segala yang muncul jadi kayak sinetron-sinetron, enggak harus panjang ini begitu” sambungnya.
Kemudian, Pakar Telekomunikasi tersebut menantang, jika ada rekaman CCTV secara utuh, ia akan meneliti rekaman tersebut. Sayangnya, rekaman tersebut tidak muncul.
“Nah waktu itu kan juga sempat mungkin masih ingat ada jumbul potongan-potongan CCTV ya, waktu itu saya tantang ayo kalau memang ada rekaman CCTV, rekaman videonya bukan hanya potongan-potongan screen capturenya atau tangkapan layar, saya sanggup untuk meneliti itu benar apa enggak, akhirnya itu enggak muncul hilang” ujarnya.
Ia menyampaikan bukti ekstraksi yang sekarang beredar tersebut harus sama dengan yang di BAP. Kalau sama, maka ditemukan novum baru meskipun dikatakan sebelumnya sudah keluar meskipun belum dibahas di persidangan.
“Nah jangan sampai bukti ekstraksi ini itu juga ternyata hanya sebagian atau beda dengan yang ada di bap terus terang adalah Saya memang belum melihat yang ada di bap” katanya.
“Kalau yang ada di bap itu sama persis dengan yang sekarang beredar ada beberapa lembar yang sudah dikirimkan ke saya dan itu sama maka itu bisa jadi alat bukti baru atau novum” lanjutnya.
“Meskipun itu dulu katanya itu sudah keluar kok tapi kan belum dibahas di persidangan karena ekstraksi ini sebenarnya adalah metode untuk melakukan science Investigation ya begitu” ucap Roy Suryo lagi.
Lebih lanjut, Roy Suryo menyampaikan bahwa bukti ekstraksi tersebut merupakan Crime Investigation yang artinya scientific dan merupakan bukti ilmiah karena hp tidak bisa bohong kecuali direkayasa.
Ia juga mengatakan jika direkayasa pasti akan ketahuan karena ada ahli forensik yang bisa memeriksa.
“Jadi dia Crime Investigation itu artinya scientific ya itu artinya berdasarkan bukti ilmiah he handphone enggak bisa bohong begitu, kecuali direkayasa, nah tapi kalau direkayasa kan juga bisa tahu itu, nah ada forensiknya bisa memeriksa” ujarnya.
Pakar Telekomunikasi tersebut menyebut jika kepolisian bisa mengekstraksi hp Vina kenapa ngga bisa meneliti rekaman CCTV, menurut Roy Suryo di sana letak keanehannya.
“Jadi memang kalau saja dulu ternyata itu sudah muncul di bap berarti kepolisian canggih dong waktu itu bisa mengekstraksi handphone kenapa enggak bisa meneliti CCTV itu kan aneh gitu loh” ucap Roy Suryo.
“Kan disebut-sebut pada persidangan tahun 2017 yang saya ikuti adalah cctv-nya ada tapi tidak ada ahli yang bisa buka begitu” lanjutnya.