AYOJAKARTA.COM – Pernyataan Fransiskus Marbun yang merupakan salah satu sahabat dekat Eky menuai sorotan.
Saat menjadi narasumber di salah salah stasiun televisi, Fransiskus Marbun yang akrab disapa Frans menyebut sejumlah kebiasaan Eky selama mereka bersahabat.
Selain menyebut Eky sebagai peminum, Fransiskus Marbun juga mengungkap kebiasaan sahabatnya yang dekat dengan obat terlarang.
“Kalau Eky minum atau nggak di hari kejadian, saya nggak tahu, kalau dibilang Eky peminum iya, Eky peminum dan pemakai juga,” ungkap Fransiskus Marbun dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Selasa (20/8/2024).
Namun demikian, Frans tak dapat memastikan jenis obat-obatan terlarang yang dikonsumsi Eky.
Lebih lanjut, pemilik asli helm fullface yang digunakan Eky di malam kejadian tersebut juga mengungkap sejumlah hal terkait kebiasaan sahabatnya sebagai anak tongkrongan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Frans dari pemilik warung tempat nongkrong, sore hari sebelum kejadian Eky sempat meminta diantar membeli minuman.
“Yang saya tahu dari penjaga warung, Eky sempat minta dianterin untuk beli minuman karena tukang warung tahu tempatnya,” ungkap Frans.
Menyikapi pernyataan tersebut, kuasa hukum Iptu Rudiana Pitra Romadoni meminta agar Fransiskus Marbun tak asbun atau asal bunyi.
Mengacu pada hasil autopsi, Pitra meyakini anak kliennya bukanlah pribadi yang senang mengonsumsi obat-obatan terlarang atau peminum.
Pernyataan yang dapat menjurus kepada lahirnya opini bahwa Eky tewas karena kecelakaan, menurut Pitra harus diluruskan.
Terkait soal helm milik Frans yang rusak parah di bagian depan, menurut Pitra hal tersebut sangat wajar terjadi karena helm terbuat dari bahan plastik.
“Helm itu kan barang bersifat plastik, polisi yang dulu mengatakan dulu itu laka lantas itu tidak menyatakan tidak ada serpihan helm di TKP,” ungkap Pitra.
Penyebab kematian pasangan Vina dan Eky, menurut Pitra terjadi karena pembunuhan berencana dan bukan kecelakaan tunggal sebagaimana opini mulai terjadi.
Meski demikian, Frans bersikeras bahwa foto kondisi helm miliknya yang kini menjadi barang bukti didapat di beranda kamar mayat.
Menurut Frans, salah satu penyebab kasus Vina dan Eky menjadi berlarut-larut adalah karena proses pencarian informasi pada awal penyidikan dilakukan di tempat yang kurang tepat.
Pernyataan Pitra Romadoni terkait kondisi helm miliknya yang tak rusak, menurut Frans perlu disikapi dengan cara lain.
“Gini aja deh Bang Pitra, gue nantang fight di Toba Fight. Kalau memang Abang bersedia, gue yang punya helm dan lihat langsung,” tegas Frans.***