AYOJAKARTA.COM – Presiden terpilih Prabowo Subianto berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tidak tanggung-tanggung, Prabowo Subianto menyampaikan akan menyelesaikan IKN dalam 3 hingga 5 tahun.
Sementara, Presiden Joko Widodo memperkirakan fungsi IKN akan berjalan dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
Mengenai hal tersebut, Pengamat Politik Agung Baskoro menilai Prabowo menjawab hal tersebut dengan respon terbaiknya.
“Sehingga jawabannya adalah jawaban yang saya kira harapan dari Presiden Jokowi dan orang-orang yang ada di sana. Sehingga ini bagus ini bisa diselesaikan dalam waktu 5 tahun saja seperti itu,” kata Agung dikutip dari kanal YouTube TV One News pada Jumat (16/8/2024).
Meski begitu, Agung menilai hal tersebut juga harus dilihat dari konteks institusional karena menyelesaikan IKN bukan hal yang sederhana.
Baca Juga: Soal Tinggalkan Anies Baswedan, Surya Paloh Blak-Blakan: Bukan Momentum untuk Maju di Pilgub Jakarta
Ini karena harus ada penganggaran dan program-program yang dikampanyekan Prabowo juga harus diselesaikan.
Namun, Agung menilai pernyataan Prabowo bersifat netral dan positif untuk keberlanjutan pembangunan IKN.
“Saya kira timnya Pak Prabowo di bawah nanti menteri-menteri dan seterusnya harus benar-benar melakukan semacam realokasi anggaran, refocusing dan seterusnya agar itu tercapai. Tapi ini juga bisa direvisi ya karena memang berjalannya pemerintahan ke depan kan masih belum jelas konteksnya seperti apa. Jadi saya melihat statement ini statement yang netral walaupun tonenya positif untuk keberlanjutan program IKN,” ujarnya.
Baca Juga: Sekjen PDIP Beberkan Penyebab Megawati Tidak Akan Hadiri HUT ke-79 RI di IKN
Agung menuturkan pernyataan Prabowo tentang pembangunan IKN tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Agung juga berpendapat pernyataan tersebut juga bisa menjadi bumerang untuk pemerintahan kedepannya.
“Tapi yang jelas ini bukan hanya sebatas untuk hari ini statement itu, tapi bisa dipertanggung jawabkan kedepan dan harapannya memang Pak Prabowo tidak kemudian langsung mengatakan dengan lugas 5 tahun selesai. Karena itu bisa jadi bumerang politik bagi pemerintahan dia ketika memang banyak program-program besar yang juga memakan anggaran besar juga harus diselesaikan,” tutupnya.