News

Pendukung Was-was, Anies Baswedan di Ujung Tanduk dan Terancam Gagal Maju di Pilgub Jakarta?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Kamis 15 Agu 2024, 15:06 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM – Langkah Anies Baswedan untuk mencalokan diri dalam pemilihan Gubernur Jakarta 2024 berada di ujung tanduk dan terancam gagal maju.

Hal itu terkait dengan keputusan sejumlah partai pendukungnya yang menyeberang ke Koalisi Indonesia Maju atau KIM.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada sinyal bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), NasDem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai berpikir untuk meninggalkan mantan Gubernur Jakarta tersebut.

Baca Juga: 5 Hari Lagi Rekrutmen CPNS 2024 Dibuka, Ini Jadwal Pelaksanaan Seleksi di Kementerian, Instansi Pusat-Daerah, Pejuang ASN Merapat!

Ketiga partai yang sebelumnya menyatakan dukungan untuk Anies kini tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang mengusung Ridwan Kamil.

PKS telah menetapkan tenggat waktu bagi Anies untuk mengamankan dukungan dari partai lain agar memenuhi syarat pencalonan.

Namun, hingga batas waktu yang diberikan, Anies belum berhasil menarik partai lain untuk bergabung.

Hal ini memicu PKS untuk menjajaki komunikasi dengan KIM, yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Namun Anies membantah dia pernah diberikan deadline oleh PKS. Hal itu dia sampaikan melalui voice note yang beredar luas di media social.

Analis politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno, menyebutkan bahwa Anies gagal membaca dinamika politik yang berkembang di antara partai-partai pendukungnya.

Baca Juga: Saking Geramnya, Wartawan Ini Menoyor Kepala Armor Toreador karena Lakukan KDRT ke Cut Intan Nabila

"Anies tampaknya menganggap PKS, NasDem, dan PKB akan terus setia mendukungnya, namun kenyataannya, partai-partai ini kini melihat peluang yang lebih besar di kubu KIM," ujarnya.

KIM sendiri menawarkan godaan yang tidak sedikit, seperti potensi posisi di kabinet dan dukungan yang lebih kuat dalam kontestasi politik nasional.

Hal ini membuat PKS, NasDem, dan PKB mengkalkulasi ulang untung-rugi mendukung Anies di Pilgub Jakarta, apalagi tanpa adanya keuntungan elektoral yang signifikan.

Meski demikian, Anies Baswedan tetap optimis bahwa dukungan formal dari ketiga partai tersebut masih ada hingga masa pendaftaran resmi.

Dengan dinamika politik yang terus berkembang, nasib pencalonan Anies di Pilgub Jakarta semakin tidak pasti.

Jika PKS, NasDem, dan PKB benar-benar meninggalkan Anies dan bergabung dengan KIM, Ridwan Kamil bisa menjadi satu-satunya kandidat kuat yang diusung lewat jalur partai pada Pilgub Jakarta 2024.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky