AYOJAKARTA.COM - Saat sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus Vina yang diajukan oleh mantan terpidana Saka Tatal, kabar mengejutkan datang dari Susno Duadji.
Sempat dihadirkan oleh tim kuasa hukum Saka Tatal sebagai Ahli dalam kasus Vina, mantan Kabareskrim Susno Duadji mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
Hal ini dirasakan Susno Duadji kala menunggu giliran bersaksi untuk sidang PK Saka Tatal.
Kehadiran Susno sebagai Saksi Ahli dalam sidang PK, tidak lain merupakan bentuk rasa cinta terhadap Polri yang sudah membesarkannya.
Bermaksud ingin mencari Empal Gentong sebagai menu makan siang hari itu, Susno mengaku sempat diantar oleh seorang anggota polisi.
“Saya diantar dan ditunjukkan restorannya, kemudian selesai itu polisi yang ngantar saya diperiksa atas perintah Kapolres,” ungkap Susno.
Lebih lanjut Susno menilai perintah memeriksa petugas polisi yang sudah mengantarnya ke restoran oleh Propam, merupakan bentuk intimidasi.
Dalam keterangannya, Susno menyebut pihak-pihak yang melakukan gugatan sidang PK adalah bentuk perlawanan kepada hukum.
“Pada sidang kemarin di Cirebon itu seolah-olah yang penggugat PK dianggap melawan putusan atau penegak hukum, termasuk saya,” jelas Susno.
Karena itu Susno berharap agar Kapolri segera bertindak dan melakukan pemeriksaan untuk melakukan penanganan terhadap oknum polisi berpangkat AKBP berinisial R.
Pemeriksaan terhadap petugas polisi yang sudah mengantar Susno atas perintah AKBP berinisial R, menurut Susno dapat membawa preseden buruk bagi citra Polri di masa depan.
“Saya minta Kapolri periksa orang itu bila perlu dicopot jadi Kapolres, karena tidak wajar dia untuk memimpin Polri ke depan,” tegas Susno.
Baca Juga: Pendukung Was-was, Anies Baswedan di Ujung Tanduk dan Terancam Gagal Maju di Pilgub Jakarta?
Pernyataan yang disampaikan oleh Susno Duadji terkait adanya upaya yang seakan-akan mengintimidasi, langsung mendapat respon dari warganet.
Berdasarkan hasil penelusuran, warganet kemudian menyoroti sosok yang diduga kuat sebagai inisiator pemeriksaan dan upaya intimidasi terhadap Mantan Kabareskrim.
Selain menyoroti Perwira berinisial R yang diduga sebagai pelaku intimidasi, warganet juga mempertanyakan peran R dalam kasus tewasnya Vina.
Menurut warganet, tindakan oknum polisi berinisial R yang sudah berani mengintimidasi Susno Duadji merupakan tindakan sangat mencengangkan.
Karena itu, warganet mendesak agar kekayaan dari polisi yang diduga memiliki nama lengkap Rano Hadiyanto segera dilakukan pengusutan mendalam.
“Bongkar lebih dalam hartanya Si R ini, indikasi kuat banyak setoran ilegal mengalir ke Si R ini,” komentar warganet pemilik nama akun @*urniawanRi*. ***