News

Biaya HUT RI ke-79 RI di IKN Mahal, Moeldoko Berikan 3 Jawaban

Oleh: Nadya Donna Putri Selasa 13 Agu 2024, 11:05 WIB
Moeldoko yang seorang kepala staf kepresidenan, memberikan 3 jawaban terkait dengan biaya HUT ke-79 RI di IKN mahal.

AYOJAKARTA.COM - Acara HUT ke-79 RI tahun ini akan dilaksanakan di dua tempat yang berbeda.

Pertama adalah yang di IKN atau Ibu Kota Nusantara dipimpin oleh Presiden Jokowi. Kedua di istana negara dipimpin oleh wakil presiden Ma’ruf Amin.

Penyelenggaraan HUT ke-79 RI yang di Ibu Kota Nusantara telah terdapat biayanya. Menurut masyarakat, biaya yang dikeluarkan untuk HUT ke-79 RI di IKN mahal.

Moeldoko yang seorang kepala staf kepresidenan, memberikan 3 jawaban terkait dengan biaya HUT ke-79 RI di IKN mahal. Berikut penjelasannya dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Selasa, 13 Agustus 2024.

Moeldoko memberikan 3 jawaban soal mengapa biaya HUT ke-79 RI di IKN mahal. Pertama, biaya tersebut sesuai dengan prinsip biaya pemerintah yaitu dapat dihitung atau accountable dan transparan.

“Yang paling utama dalam sebuah governance adalah accountable dan transparan. Jadi semuanya tahu kalau (biaya dan penyelenggaraan HUT ke-79 RI) tidak seperti biasanya, itu yang pertama,” jelasnya.

Baca Juga: Isu Penjegalan Anies Kian Terdengar, Sekjen PDIP: Ada Pihak yang Ingin Mengacaukan Kontestasi Politik Ini!

Kedua, kalau soal mahal, harusnya ada yang bisa dibandingkan. Namun menurutnya kalau soal biaya penyelenggaraan HUT ke-79 RI kali ini tidak ada yang bisa dibandingkan.

“Yang kedua, kalau bicara mahal itu harus ada yang dibandingkan. Kebetulan penyelenggaraan HUT RI kali ini diselenggarakan di IKN, sehingga tidak punya pembanding,” lanjutnya.

Ketiga, penyelenggaraan HUT ke-79 RI di IKN ini bersifat situasional. Mengikuti keadaan di IKN yang belum lengkap. Berbeda dengan di Jakarta atau Bali.

Baca Juga: Dari 4 Golongan Darah Ini Ternyata Ada yang Tidak Bisa Multitasking

“Yang ketiga, HUT kita (RI) ini situasional karena memang tidak diselenggarakan di Bali atau Jakarta yang relatif semuanya ada. Sedangkan IKN tidak semuanya ada. Harga itu mengikuti mekanisme pasar. Harga itu dikatakan mahal, tetapi masyarakat bawah yang menikmati. Masyarakat daerah sini menikmati,” jelasnya soal harga mahal.

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Aris Abdulsalam