News

Airlangga Hartarto Mundur Jadi Ketum Golkar, Pengamat Politik Ujang Komarudin: Bisa Jadi Ancaman Serius...

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 12 Agu 2024, 14:52 WIB
Airlangga Hartarto

AYOJAKARTA.COM - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan keterkejutannya atas pengunduran diri Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum Partai Golkar.

Menurut Hasto, Airlangga adalah sosok komunikator ulung yang mampu membangun kerjasama politik antar partai, khususnya dalam rangka Pilkada 2024.

Hasto menekankan bahwa PDIP banyak bekerja sama dengan Partai Golkar, terutama dalam menghadapi gelaran Pilkada serentak yang akan datang.

Baca Juga: 5 Fakultas Universitas Andalas Lulus Tercepat Yudisium Kurang dari 4 Tahun, Mayoritas Lulusan Incaran PT Multinasional dan BUMN

Dengan mundurnya Airlangga, Hasto mengkhawatirkan adanya dampak signifikan terhadap konfigurasi politik, khususnya di tingkat provinsi.

"Pilkada serentak ini merupakan momen krusial dalam peta politik nasional. Pengunduran diri Airlangga merupakan kejadian politik luar biasa yang menyentuh aspek kedaulatan partai. Gejolak internal Golkar ini bisa mempengaruhi skenario Pilgub di berbagai daerah, sementara untuk tingkat kabupaten dan kota, konfigurasinya cenderung lebih stabil," jelas Hasto.

Mundurnya Airlangga dari pucuk pimpinan Golkar juga menimbulkan spekulasi di kalangan publik dan politisi.

Keputusan ini diumumkan secara mendadak, dengan Airlangga menyebutkan bahwa langkah tersebut diambil demi keutuhan Partai Golkar dan stabilitas transisi pemerintahan yang akan datang.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, mencatat adanya kemungkinan campur tangan pihak eksternal dalam keputusan ini.

Ujang menilai bahwa langkah ini menunjukkan pentingnya manajemen konflik dalam partai politik besar seperti Golkar.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Kamu Orang yang Terbuka, Mandiri atau Hebat? Coba Fokus pada Gambar Ini

"Jika Golkar mampu menyelesaikan ini secara smooth, partai akan baik-baik saja. Namun, jika tidak, ini bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas internal partai," kata Ujang.

Keputusan Airlangga untuk mundur membuat pertanyaan besar mengenai siapa yang akan menggantikan posisi strategis tersebut di tubuh Golkar.

Dalam waktu dekat, Partai Golkar diperkirakan akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan langkah selanjutnya.

Dengan situasi yang masih berkembang, semua mata tertuju pada Golkar dan bagaimana partai berlambang pohon beringin ini akan menavigasi dinamika politik yang semakin kompleks menjelang Pilkada 2024.

Dalam pernyataan resminya, Airlangga menyampaikan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keutuhan Partai Golkar dan demi memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan datang.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar," ucapnya dengan tegas.

Airlangga juga menekankan bahwa DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART yang berlaku.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky