AYOJAKARTA.COM - Tangis Farhat Abbas selaku tim kuasa hukum mantan terpidana kasus Vina Cirebon, Saka Tatal pecah saat menyaksikan ritual sumpah pocong yang dilakukan oleh kliennya.
Tak hanya Farhat Abbas saja, para keluarga pun juga turut menangis atas keberanian Saka Tatal mengambil keputusan untuk melakukan sumpah pocong.
Seperti diketahui, Saka Tatal telah menjalani ritual sumpah pocong pada Jum'at, 9 Agustus 2024 hari ini.
Ritual sumpah pocong Saka Tatal digelar di Padepokan Amparan Jati Cirebon selepas sholat Jum'at.
Adapun maksud dari Saka Tatal melakukan sumpah pocong ini tidak lain adalah untuk membuktikan soal kasus Vina.
Saka Tatal ingin membuktikan kepada masyarakat seluruh Indonesia, jika dirinya yang sudah menjalani hukuman sebagai terpidana kasus Vina itu sebenarnya tidak bersalah.
Saka Tatal menyebut dirinya sebagai korban salah tangkap yang terpaksa harus mengakui kesalahan yang tidak pernah ia perbuat.
Bahkan ia juga sempat menerima tindak penganiayaan dari penyidik agar mau mengakui kesalahan yang dituduhkan.
Berkenaan dengan ritual sumpah pocong yang Saka Tatal lakukan ini, Farhat Abbas selaku tim kuasa hukum pun menangis haru.
Ia tidak tega dan tidak menyangka jika Saka Tatal sampai bersedia melakukan ritual sumpah pocong seperti ini.
Padahal, menurutnya Saka Tatal tidak bersalah karena dia adalah orang kecil yang bahkan tidak memiliki motor.
Namun Saka Tatal dituduh sebagai anggota geng motor sekaligus pelaku pembunuhan dan pemerkosaan.
"Mereka ini adalah orang susah, kuli bangunan, tidak punya motor tapi dituduh jadi anggota geng motor," ucap Farhat Abbas sembari menahan tangis, seperti dikutip Ayojakarta.com dari siaran langsung di YouTube Official iNews pada Jum'at, 9 Agustus 2024.
Menurut Farhat Abbas, hal tersebut terjadi lantaran Saka Tatal dan keluarga tidak memiliki kuasa dan kekuatan untuk melawan dengan melakukan upaya hukum.
Sehingga di tahun 2016 silam, Saka Tatal harus menelan pil pahit dengan menerima vonis hukuman penjara saat umurnya masih terbilang anak-anak.
"Dan mereka saat itu tidak bisa melawan, kemudian ketika sekarang sudah mengajukan PK tapi masih saja diejek, sampai akhirnya sekarang melakukan sumpah pocong," ucap Farhat Abbas sembari menangis.
Bahkan Farhat Abbas mengaku bahwa selama ia berkarir menjadi pengacara, ia baru mengetahui peristiwa seperti yang dialami oleh Saka Tatal ini.
Ia tak habis pikir membayangkan jika seandainya anggota keluarganya lah yang berada di posisi Saka Tatal.
Sehingga Farhat Abbas yakin dan sangat berharap agar kebenaran segera terungkap, dan orang-orang yang tidak bersalah bisa mendapat keadilan.***