AYOJAKARTA.COM -- Pencarian tambahan empat kursi untuk memenuhi syarat berlaga di Pilkada Jakarta, masih menjadi problem tersendiri bagi cagub Anies Baswedan.
Belum adanya partai politik yang bersedia memberikan dukungan, membuat peluang Anies Baswedan berlaga di Pilkada Jakarta semakin mengecil.
Selain adanya wacana pembentukan KIM Plus di Pilkada Jakarta, tenggat waktu yang diberikan PKS kepada Anies Baswedan juga telah menipis.
Baca Juga: Mencuat Isu Penjegalan di Pilkada Jakarta 2024, Anies Baswedan: Itu Semuakan Spekulasi...
Buntut dari situasi pelik tersebut, sejumlah kalangan semakin sering mempertanyakan iman politik PKS yang bertekad memajukan Anies.
Oleh sejumlah kalangan, PKS disebut-sebut akan bergabung dengan barisan KIM dan ikut mendukung RK sebagai calon.
Bukan saja karena akan lebih realistis untuk keberlangsungan partai lima tahun kedepan, melalui wacana calon tunggal tawaran KIM juga menjanjikan kemenangan.
Sehubungan dengan adanya pandangan tersebut, Pipin Sopian selaku Juru Bicara PKS memberikan tanggapan.
Menurut Pipin, persoalan kurangnya jumlah kursi merupakan kendala yang dihadapi oleh setiap parpol terkait kontestasi Pilkada Jakarta.
Kekurangan untuk menambah empat kursi sebagai syarat untuk berlaga di Pilkada Jakarta dan mendukung Anies Baswedan, merupakan tawaran terbuka bagi setiap parpol.
Karena itu, Pipin berharap agar Anies Baswedan menemukan teman berkoalisi dan mengatur strategi untuk bisa berlaga di Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Sufmi Dasco Bantah KIM Plus Bukan untuk Jegal Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
“40 adalah waktu yang menurut kami cukup memberikan kesempatan kepada Mas Anies supaya membawa empat kursi lagi, terserah mau dari partai manapun,” ungkapnya.
Terkait dengan bukti kesetiaan memberi dukungan, Pipin menegaskan PKS merupakan satu-satunya partai yang megeluarkan Surat Keputusan bagi Anies Baswedan.
Di samping menulis nama Anies di SK, PKS juga telah melakukan konsolidasi di berbagai tingkat struktural maupun penyediaan aspek material terkait Pilkada.
Baca Juga: Akui Digoda KIM, PKS Tetap Prioritaskan Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilgub Jakarta
Lebih lanjut, Pipin juga mengungkap opsi dan peluang yang tetap bisa didapat oleh Anies Baswedan jika memutuskan bergabung sebagai kader PKS.
“Saya kira kesempatan ikhtiar ini sudah ditunjukkan oleh PKS kepada Mas Anies, kami tidak menghendaki politik di akhir-akhir yang memberi kejutan,” tegas Pipin.
Politik penuh kejutan di akhir-akhir, menurut pendapat Pipin merupakan hal yang cukup membahayakan bagi rakyat pemilih.
Pipin menegaskan, Anies Baswedan merupakan salah satu figur nasional yang dikenal di dunia internasional karena memiliki rekam jejak serta kemampuan.
Namun demikian, Pipin tidak bisa menampik bahwa dinamika dan konstelasi politik sangat memungkinkan terjadinya berbagai penyesuaian yang realistis.
“Tinggal Pimpinan PKS tentu menyiapkan plan B, kalau misalnya pasangan Aman tidak bisa berlayar,” pungkasnya.***