News

Berani Jujur Soal Kesaksian Palsu, Dede Saksi Kunci Kasus Vina Cirebon: Saya Siap Dipenjara Gantikan Terpidana

Oleh: Linda Wati Selasa 23 Jul 2024, 13:55 WIB
Dede saksi kunci kasus Vina Cirebon siap dipenjara

AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian Vina Cirebon dan Eki pada 2016 silam memang belakangan ini menyita perhatian publik.

Dede saksi kunci kematian Vina Cirebon dan Eki tiba-tiba muncul ke publik dan membuat pengakuan yang mengagetkan.

Dede mengakui bahwa dirinya telah memberikan kesaksian palsu atas kematian Vina dan Eki di 2016.

Baca Juga: Untung Bisa Mencapai Rp400 Ribu Sehari, Daftar Ide Usaha Sampingan di Desa dengan Modal Kecil, Apa Saja?

Menurut keterangan Dede, pengakuannya atas permintaan Aep dan Iptu Rudiana.

Dede mengaku bahwa mulanya dia dihubungi oleh Aep yang juga saksi kunci kasus Vina untuk pergi ke Polres. Tepatnya pada tanggal 2 September 2016.

Awalnya Dede hanya berniat mengantar Aep saja karena yang dia tahu Aep merupakan anak perantauan dan kemungkinan tidak tahu daerah situ.

Namun, setiba di Polres Dede bertanya kepada Aep tentang apa maksud dan tujuannya dia datang ke Polres.

Aep pun mengatakan bahwa dirinya akan membuat keterangan saksi terkait kematian Vina dan Eki.

“Saya pikirkan Aep orang rantauan pak karena nggak tahu daerah situ saya anter ke Polres setelah di Polres saya tanya “Aep mau ngapain kesini?” katanya “buat keterangan saksi anaknya Pak Rudiana yang meninggal” setelah itu masih saya tanya “Mau ngapain kan kita tidak tahu peristiwa itu” udah nanti ikutin,” kata Dede dikutip dari YouTube tvOneNews.

Selang beberapa lama, Dede mengatakan kalau Iptu Rudiana datang dengan memakai pakaian biasa.

Baca Juga: Liga Akbar serta Dede Disomasi Tim Kuasa Hukum Iptu Rudiana karena Menyebar Fitnah, Kang Dedi Mulyadi Pilih Menyanggah

Setelah itu, kata Dede Iptu Rudiana menceritakan tentang skenario detik-detik pembunuhan anaknya.

Dede mengaku bahwa awalnya ia tidak mau mengikuti ajakan Aep dan Iptu Rudiana, namun dirinya merasa ketakutan saat itu.

Karena merasa bersalah, Dede pun akhirnya mengakui perbuatannya dan mengaku siap menanggung segala risikonya.

“Sangat bersedia (dipenjara) yang penting intinya, tujuh terpidana itu saya mau keluar bebas seperti kehidupan saya kemarin karena saya merasa bersalah,” tuturnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Jinan Vania Barizky