AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan yang menewaskan Vina dan Eki pada 2016 lalu hingga saat ini belum menemukan titik terang.
Setelah dibebaskannya Pegi Setiawan sebagai tersangka, banyak fakta baru bermunculan tentang kematian Vina dan Eki.
Salah satu saksi kunci kematian Vina dan Eki yakni Dede akhirnya berani mengungkap fakta yang sebenarnya atas kasus tersebut.
Dede mengaku dirinya telah membuat kesaksian palsu dan menyebabkan delapan terpidana mendekam di penjara.
Baca Juga: Benarkah Pembunuhan Vina dan Eki Tak Terbukti? Susno Duadji: 100 Persen Kecelakaan
Ia mengatakan bahwa kesaksian palsu tersebut diminta temannya yakni Aep dan Iptu Rudiana.
Diakui Dede, dirinya tak pernah mengetahui kronologi peristiwa yang sebenarnya.
Dede bercerita sekitar dua hingga tiga minggu setelah peristiwa itu terjadi, ia sempat ditelepon Aep dan diminta mengantarnya ke polres.
“Saya tanya Aep mau ngapain di sini? buat jadi saksi itu meninggalnya anak Pak Rudiana,” kata Dede menirukan percakapannya dengan Aep dikutip Ayojakarta.com dari YouTube KANG DEDDY MULYADI CHANNEL pada Senin, 22 Juli 2024.
Dalam kesaksiannya, Dede sempat diminta menjelaskan kronologi sesuai arahan yang diberikan Iptu Rudiana dan Aep.
Keduanya mengarahkan Dede untuk berkata seolah-olah melihat sekelompok pemuda yang melakukan kekerasan menggunakan batu dan kayu.
“Sebelum masuk ke ruangan dibilang dulu kalau kamu bilang aja lagi nongkrong di warung, ada orang nongkrong segerombolan anak-anak melempar batu. Nah itu semua sudah diomongin dari luar dulu, yang ngasih tahu saya Aep sama Rudiana,” jelasnya.
Di hadapan Deddy Mulyadi, Dede mengaku sangat menyesal dan merasa berdosa karena telah membuat kesaksian palsu hingga para terpidana mendapatkan hukuman seumur hidup.
Dede menambahkan dirinya sudah lama ingin mengungkapkan fakta yang sebenarnya sejak kasus ini viral.
“Sebenarnya dari kemarin pas viral sebenarnya pengen keluar media berkata jujur cuman saya berpikir panjang, saya keluar sendirian saya bisa apa,” tuturnya.
Atas kesaksian palsu tersebut, Dede mengaku tak mendapatkan upah apapun dari Iptu Rudiana.***