News

Ajukan PK Saka Tatal, Farhat Abbas Fokus ke Hasil Forensik Vina yang Dinilai Janggal

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 19 Jul 2024, 17:51 WIB
Farhat Abbas, Kuasa Hukum Saka Tatal

AYOJAKARTA.COM - Saka Tatal, terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon yang sudah bebas, kini mengajukan Peninjauan Kembali.

Sidang PK Saka Tatal dijadwalkan akan dilaksanakan pada pekan depan di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon.

Kuasa Hukum Saka Tatal yakni Farhat Abbas menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai novum untuk PK.

Namun, ia enggan menyebutkan novum apa saja yang telah disiapkan oleh pihaknya untuk PK Saka Tatal.

Baca Juga: Lulusannya Gampang Masuk BUMN! Ini 10 Universitas dengan Jurusan Teknik Terbaik di Indonesia versi THE AUR by Subject 2024

Meski begitu, Farhat Abbas memberikan sedikit bocoran yang salah satunya tentang hasil forensik Vina.

Seperti yang diketahui, Vina tidak hanya mendapatkan tindak kekerasan fisik tetapi juga pemerkosaan.

Farhat Abbas mempertanyakan adanya penemuan sperma di tubuh mendiang Vina 13 hari setelah peristiwa tragis tersebut.

Menurutnya, sangat tidak mungkin masih ditemukan sperma di tubuh Vina setelah dikebumikan.

Baca Juga: Belum Lulus Sudah Jadi Incaran Perusahaan! Cek 6 PTN Jurusan S-1 Teknik Elektro dengan Akreditasi Unggul

Setelah berkonsultasi dengan beberapa ahli forensik, Farhat Abbas mengatakan tidak mungkin sperma masih ada.

“Apakah seorang dokter forensik itu bisa menyebutkan bahwa ditemukannya sperma? Sedangkan dalam proses Vina ini dari awal kan kecelakaan lalu lintas. Tentu ketika sebelum dikubur itu kan ada pencucian mayat, kok bisa sebertahan itu? Setelah kami konsultasi dengan beberapa ahli forensik itu sangat mustahil sperma itu masih bisa ada. Tidak pernah dilakukan tes DNA,” kata Farhat dikutip dari kanal YouTube TV One News pada Jumat (19/7/2024).

Selain itu, Farhat juga menyoroti luka-luka yang ada di tubuh Vina yang posisinya berada di kanan.

Menurutnya, tidak mungkin apabila seseorang hanya menganiaya satu sisi tubuh korban.

“Kita kan fokus bahwa ini mungkin kecelakaan lalu lintas jadi mereka perbandingan olah TKP dari awal. Dari awal itu kan mungkin ditemukannya ada, kan hampir semua luka itu di kanan semua, lecet motor sebelah kanan semua. Jadi kalau pembunuhan milih mukulnya sebelah kanan semua logikanya nggak nyambung gitu,” ujarnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Desi Kris