News

Mahasiswa Universitas Brawijaya Melakukan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Soekarno Hatta Malang

Oleh: Bela Annisa Mulya Rabu 17 Jul 2024, 13:56 WIB
Ilustrasi Mahasiswa UB lakukan percobaan bunuh diri

AYOJAKARTA.COM - Pada Sabtu, 13 Juli 2024, sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Malang. Seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), berinisial AHM, melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari sisi timur jembatan tersebut.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan segera menarik perhatian warga sekitar serta petugas penyelamat.

Identitas Korban

Korban diketahui bernama AHM, seorang mahasiswa berusia 19 tahun yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat. AHM adalah mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis di Universitas Brawijaya dan tinggal di rumah kos di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang.

Baca Juga: Cara Mengenali Kepribadian Seseorang Berdasarkan Bentuk Mata, Pemilik Mata Besar Ternyata Kreatif dan Romantis tapi...

Proses Evakuasi

Setelah menerima laporan dari relawan Es Teh Anget, petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang segera menuju lokasi kejadian.

Mereka menemukan AHM sudah jatuh di bawah jembatan dan segera melakukan evakuasi. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan tandu dan mengangkut korban secara manual dari bibir sungai.

Baca Juga: 56 Ribu Peserta KJP Plus Gagal Cair, Keluhkan Verifikasi Ulang Soal Listrik dan Kepemilikan Kendaraan Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Tim medis memberikan penanganan pertama sebelum korban dipindahkan ke ambulans dan dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Kondisi Korban

Meskipun AHM selamat dari percobaan bunuh diri tersebut, ia mengalami luka serius, terutama di bagian leher. Saat ini, AHM masih dalam perawatan intensif di RSSA Malang, dan pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik aksi nekat ini.

Upaya Pencegahan Bunuh Diri

Baca Juga: Tes Psikologi: Kupu-kupu Mana yang Paling Menarik Perhatianmu? Jawabanmu Menguak Sisi Kepribadianmu yang Tersembunyi

Percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat, Malang, menjadi bukti nyata bahwa masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa perlu mendapat perhatian serius.

Upaya pencegahan dan intervensi yang terkoordinasi baik dapat membantu mengurangi angka percobaan bunuh diri dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi mahasiswa.

Masyarakat perlu bersatu untuk memberikan dukungan moral dan praktis bagi mereka yang mengalami kesulitan emosional, sehingga tragedi serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan.

Baca Juga: Tips Psikologi: Begini Cara Menghadapi Wanita yang Keras Kepala Biar Nggak Pecah Perang Dunia III

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan bantuan, tersedia layanan konseling pencegahan bunuh diri melalui nomor darurat (021) 500-454 atau 119, bebas pulsa.

Banyak Puskesmas dan rumah sakit jiwa di Indonesia juga menyediakan layanan kesehatan jiwa yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

Dari kasus peecobaan bunuh diri oleh mahasiswa UB itu mari bersama-sama menjaga kesehatan mental dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.***

Baca Juga: Tes Psikologi Cinta: Apakah Mantan Masih Memikirkan Kamu? Cari Tahu Berdasarkan Gambar yang Kamu Lihat

Reporter Bela Annisa Mulya
Editor Imanudin Abdurohman