News

Raffi Ahmad Dampingi Gibran Blusukan di Jakarta, Analis Politik Adi Priyatno: Blusukan Plus-plus

Oleh: Nuriyah Nofasari Kamis 04 Jul 2024, 14:41 WIB
Analis Politik Adi Priyatno soal blusukan Gibran bersama Raffi Ahmad

AYOJAKARTA.COM - Wakil Presiden Terpilih Pilpres 2024 Gibran Rakabuming Raka melakukan blusukan di tiga titik lokasi di Jakarta, Rabu (3/7/2024), untuk melihat langsung sekaligus mendengarkan keluhan warga atau disebutnya dengan istilah belanja masalah.

Gibran Rakabuming Raka terlihat didampingi oleh artis ternama yakni Raffi Ahmad mengunjungi tiga lokasi tersebut, yaitu kawasan kampung padat Pasar Manggis, Jakarta Selatan, selanjutnya di kawasan Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat lalu ke Pasar Nangka, Jakarta Pusat.

Menurut Analis Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno bahwa seorang politisi mengandung intensi untuk melakukan eksposur di setiap aktivitas politiknya.

Setiap aktivitas yang dilakukan politisi mengandung pesan yang secara sengaja disampaikan.

Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Apakah Mata Kamu Setajam Mata Elang? Coba Cari Burger Mana yang Berbeda dalam Waktu 8 Detik!

“Seorang politisi itu pasti mengandung intensi untuk melakukan eksposur setiap aktivitas politiknya. Politisi itu pasti terukur apa yang dilakukan ada pesan yang saya kira memang secara sengaja disampaikan secara terbuka” ucap Adi Prayitno, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, pada Kamis, 4 Juli 2024.

Adi Prayitno mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh Gibran adalah blusukan plus-plus.

“Saya menyebutnya ini sebagai blusukan plus- plus” ucapnya.

Analis Politik tersebut menyampaikan mengapa ia menyebut blusukan tersebut, blusukan plus-plus.

“Sebenarnya jadi satu sisi harus diakui Gibran ini kan sangat kelihatan sekali sudah mempersiapkan diri sebagai calon wakil presiden definitif dan terpilih. Ini semacam persiapan sebenarnya, nanti kalau sudah dilantik tanggal 20 Oktober. Jadi sebenarnya Gibran sudah mulai bisa memetakan bagaimana eksposur politiknya ke depan” ujarnya.

“Makanya ketika di Jakarta ataupun sebelumnya di Surabaya Gibran menyebut ini sebagai upaya untuk melakukan belanja, masalah itu enggak bisa dibantah artinya apa susu gratis itu kan bagian dari janji politiknya bagi-bagi buku dan seterusnya” lanjutnya.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka 15-19 Juli? BKN Beri Penjelasan: Ini 7 Berkas yang Bisa Kamu Siapkan dari Sekarang

“Artinya apa sebelum pelantikan di 20 Oktober sebenarnya secara perlahan Gibran ingin menunjukkan bahwa sebagai calon wakil presiden terpilih sudah siap betul untuk mengemban amanah 5 tahun yang akan datang” ucap Adi Prayitno.

Analis Politik, Adi Prayitno mengatakan blusukan tersebut dikaitkan ke Pilkada DKI Jakarta itu merupakan hal yang wajar karena momentumnya mendekati Pilkada serentak dan Gibran Rakabuming tidak ada kaitannya dengan Pilkada.

“Tapi karena sekarang momentumnya adalah Pilkada serentak secara nasional, ada wilayah-wilayah kunci yang kalau didatangi oleh orang yang tak ada kaitannya dengan Pilkada pasti dicurigai, dicurigai sebagai bagian dari kampanye politik memenangkan Pilkada DKI Jakarta” kata Adi.

Ia juga menyampaikan saat Kaesang ke Jakarta sangat wajar jika dianggap sebagai bagian dari endorsement dan terlebih lagi jika Kaesang benar-benar maju ke Pilkada DKI Jakarta, Gibran bisa dianggap variabel terpenting yang bisa meningkatkan elektabilitas Kaesang.

“Wajar ketika Kaesang ke Jakarta ini dianggap sebagai bagian endorsement. Bagaimana nanti kalau memang Kaesang maju di Jakarta, Gibran Mungkin akan menjadi variabel terpenting yang akan diperhitungkan untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas Kaesang” katanya.

Baca Juga: Wajah Pegi Setiawan yang Disamakan dengan Dukcapil Jadi Bukti, Eks Wakapolri: Itu Tidak Ada Kaitannya dengan Kasus Vina!

Menurut Adi Prayitno, Gibran blusukan ke berbagai tempat tentu sebagai upaya untuk melakukan penetrasi di Pilkada serentak.

“Saya kira bahwa ketika Gibran blusukan ke berbagai tempat bagi saya tentu ini sebagai upaya untuk melakukan penetrasi di Pilkada serentak” ucapnya.

“Nanti saya yakin betul bahwa Gibran mungkin akan punya legasi sebagai sosok yang juga punya magnet bisa memberikan preferensi pilihan politik kepada warga terpilih artinya apa, memori kolektif masyarakat itu kembali ingin diingatkan bahwa Gibran-Prabowo adalah sosok yang menang dalam pilpres dan saya kira daya pikat politiknya akan terus dirawat dengan cara blusukan ini” tutupnya.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Jinan Vania Barizky