News

Hadiri Sidang Praperadilan Pegi Setiawan Kasus Vina Cirebon, Dedi Mulyadi: Tugas Kemanusiaan!

Oleh: Nadya Donna Putri Selasa 02 Jul 2024, 13:43 WIB
Dedi Mulyadi hadiri sidang praperadilan Pegi Setiawan

AYOJAKARTA.COM - Sidang praperadilan Pegi Setiawan telah berlangsung dari kemarin tanggal 1 Juli 2024.

Sidang praperadilan Pegi Setiawan berlangsung hingga hari ini yaitu Selasa tanggal 2 Juli 2024.

Tidak hanya orang-orang yang terlibat di dalamnya. Eks Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, juga turut hadir menyaksikan sidang praperadilan tersebut.

Dedi Mulyadi sebelumya pernah diberitakan menangis saat mendengar kesaksian dari keluarga terpidana dalam kasus Vina Cirebon.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Kupu-Kupu Mana yang Menarik? Pilihanmu Ungkap Apa yang Membuat Kamu Lebih Unggul dari Orang Lain

Dedi Mulyadi datang pada sidang praperadilan Pegi Setiawan yang berlangsung hari ini, 2 Juli 2024.

Berikut adalah tanggapan Dedi Mulyadi terkait kedatangannya ke Sidang Praperadilan Pegi Setiawan dikutip dari YouTube KOMPASTV, Selasa (2/7/2024):

Dedi Mulyadi mengatakan kalau ia berharap sidang tetap objektif, tidak dibawa ke kanan dan kiri.

“Kita (masyarakat) mendapatkan sajian-sajian dari sebuah peristiwa yang dilihat dari sisi objektifitas, tidak dibawa ke kanan dan tidak dibawa ke kiri,” ujarnya.

Baca Juga: Top 10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia Versi THE WUR 2024: UI,ITB, dan UNAIR Masuk Top 3 Nasional

Dedi Mulyadi mengatakan kalau keluarga Pegi Setiawan bisa saja terdampak ekonominya dan ia harus mendukungnya karena itu menjadi tugas kemanusiaan. Makanya datang ke persidangan.

Dedi Mulyadi turut menceritakan ayahnya Pegi dan keluarga terpidana jadi tidak bisa bekerja dua bulan ini.

“Ayahnya Pegi dua bulan tidak bisa bekerja. Keluarga terpidana juga tidak bisa bekerja,” lanjutnya.

Dedi Mulyadi mengatakan mereka harus mendapatkan dukungan agar tidak muncul kemiskinan akibat desakan ekonomi.

“Mereka harus mendapatkan supporting agar tidak lahir kemiskinan baru dan agar tidak berbuat kejahatan karena desakan ekonomi. Itu tugas kemanusiaan,” jelasnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Desi Kris