News

PKS Usung Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilkada Jakarta, Wasekjen PKB: Blunder

Oleh: Nadya Donna Putri Kamis 27 Jun 2024, 08:50 WIB
Wasekjen PKB, Syaiful Huda menanggapi langkah PKS mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman untuk Pilgub Jakarta.

AYOJAKARTA.COM -- Pada tanggal 25 Juni, PKS telah resmi mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman untuk kontestasi Pilgub Jakarta.

Pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman telah diumumkan langsung oleh presiden PKS, Ahmad Syaikhu.

Hal ini menuai tanggapan dari partai lain. Salah satunya adalah PKB yang mendukung Anies Baswedan.

Baca Juga: Resmi Usung Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilgub Jakarta, PKS Ngaku Dapat Sinyal Dukungan dari PKB dan NasDem

Wasekjen PKB, Syaiful Huda mengatakan kalau langkah presiden PKS tersebut adalah blunder.

Mengapa demikian? Berikut adalah penjelasannya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV pada Kamis, 27 Juni 2024:

Wasekjen PKB Syaiful Huda mengatakan kalau awalnya yang diusung atau diumumkan hanya Sohibul Iman lalu dua hari kemudian dikoreksi.

Baca Juga: Demi AMAN, PKS Curi Start Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilgub Jakarta 2024 karena Hal Ini

Syaiful Huda mengatakan juga bahwa dari pengumuman awal tersebut terlihat kegamangan atau kebingungan di PKS komunikasi publiknya.

“Pertama kan pengumuman Sohibul Iman saja. Dikoreksi dua hari berikutnya oleh presiden PKS. Itu artinya ada kegamangan komunikasi publiknya yang mungkin dianggap salah dan perlu dikoreksi,” jelasnya.

Wasekjen PKB tersebut mengungkapkan kalau setelah itu muncul problem berikutnya yaitu langsung memasangkan dengan Anies Baswedan.

Baca Juga: PKS Ungkap Alasan Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilgub Jakarta 2024

“Problem ikutannya adalah lalu langsung memasangkan pasangan antara Anies dan Sohibul Iman, di mata saya sih blunder menurut saya,” ujarnya.

Syaiful Huda mengatakan blunder karena komunikasi partainya akan menutup pintu partai lain untuk bermitra dan membangun poros koalisi.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil