News

Psikolog Forensik Reza Indragiri Sebut Penyebab Kematian Eki dan Vina Tidak Disebutkan Akibat Pembunuhan

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Minggu 23 Jun 2024, 08:35 WIB
Psikologi Forensik Reza Indragiri

AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian tragis Vina dan Eki pada tahun 2016 terus menarik perhatian publik.

Penjelasan terbaru datang dari psikolog forensik, Reza Indragiri yang memberikan analisis mendalam terkait hasil visum et repertum kedua korban yang dibuat dua dokter umum dan satu dokter forensik.

Dalam sebuah wawancara, Reza Indragiri menyatakan bahwa hasil visum et repertum tidak secara eksplisit menyimpulkan bahwa Vina dan Eki adalah korban pembunuhan.

"Ketika saya membaca visum et repertum, saya tidak menemukan simpulan bahwa kedua korban adalah korban pembunuhan. Yang tertulis hanyalah bahwa kematian mereka tidak wajar," jelas Reza Indragiri dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Minggu (23/6/2024).

Baca Juga: Polri Akui Anggotanya Tak Teliti dalam Pengusutan Awal Kasus Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon

Ia menjelaskan bahwa kematian tidak wajar bisa diartikan dalam beberapa konteks termasuk kecelakaan atau pembunuhan.

"Dari sudut pandang forensik, kematian bisa dikategorikan sebagai natural, accident, suicide atau homicide. Dalam kasus ini, simpulan akhirnya hanya menyebut kematian tidak wajar tanpa menjelaskan lebih lanjut penyebab spesifiknya," tambahnya.

Reza juga menyoroti laporan yang dibuat Rudiana pada 31 Agustus 2016 yang menyebutkan bahwa kedua korban ditusuk dan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

"Laporan tanggal 31 Agustus menyatakan bahwa kedua korban ditusuk dan meninggal di TKP. Namun, ketika autopsi dilakukan pada 6 September, tidak ditemukan tanda-tanda bahwa Eki meninggal akibat tusukan. Dokter menyimpulkan bahwa Eki meninggal akibat trauma benda tumpul," jelasnya.

Baca Juga: Postingan Facebook Pegi Setiawan Diduga Dihapus Oknum Penyidik, Toni RM Siap Laporkan ke Propam

Sementara itu, hasil autopsi menunjukkan bahwa Vina mengalami trauma tumpul dan trauma tajam.

"Pada almarhumah Vina ditemukan trauma tumpul dan trauma tajam di punggung, telapak tangan dan daerah pipi. Ini menambah kompleksitas dalam menyimpulkan penyebab kematian mereka," lanjut Reza.

Reza Indragiri menekankan pentingnya memahami perbedaan antara laporan awal dan hasil autopsi yang dilakukan kemudian.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Semakin Ruwet, Reza Indragiri Sebut Cari DPO Bukan Prioritas

"Ini menarik untuk dicari tahu mengapa pada tanggal 31 Agustus, Rudiana sudah melaporkan bahwa kedua korban ditusuk dan meninggal di TKP, sementara hasil autopsi tidak sepenuhnya mendukung klaim tersebut," ujarnya.

Kasus kematian Vina dan Eki yang awalnya dianggap sebagai kecelakaan lalu lintas kini menjadi pusat perhatian karena adanya dugaan pembunuhan.

Publik dan pihak berwenang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarga.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Fathul Amanah