AYOJAKARTA.COM – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, menyatakan bahwa Gibran Rakabuming Raka layak menyandang gelar sebagai wapres terbaik dalam sejarah Indonesia.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari publik serta pengamat politik.
Menurut Ade, penilaian ini tidak sekadar karena Gibran adalah putra Presiden Joko Widodo, melainkan karena peran strategis dan pengaruh nyata yang ditunjukkannya dalam perpolitikan nasional.
Baca Juga: Jangan Buru-buru Beli! Cek Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 50x 5G Plus yang Pakai Dimensity 7300 Ultimate
Dinilai Beri Dampak Besar pada Kemenangan di Pemilu 2024
Ade menegaskan bahwa keberhasilan pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 tidak bisa dilepaskan dari kontribusi langsung sang wapres.
Ia menilai Gibran memiliki daya tarik politik tersendiri yang mampu menaikkan elektabilitas pasangan tersebut secara signifikan.
“Kalau kita bicara soal kontribusi dan efek nyata, Gibran berhasil mendongkrak elektabilitas Prabowo-Gibran secara signifikan. Itu bukan opini, tapi fakta,” ujar Ade Armando.
Kemampuan Komunikasi yang Dinilai Efektif dan Berani
Tak hanya soal elektabilitas, Ade juga memuji kemampuan komunikasi politik Gibran yang dinilainya sangat efektif, terutama dalam memanfaatkan media sosial untuk menjangkau generasi muda.
Ia juga mengapresiasi penampilan dari anak Joko Widodo itu dalam debat calon wakil presiden, khususnya saat berhadapan dengan Mahfud MD.
“Penampilan Gibran dalam debat menunjukkan kematangan dan keberanian beradu gagasan. Itu penting dalam kepemimpinan,” tambahnya.
Baca Juga: Kapan Pendaftaran SPMB Jakarta 2025 Jenjang SMP Dibuka? Ketahui Tanggal dan Jamnya di Sini
PSI Tegaskan Kritik Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Sentimen
Menanggapi berbagai kritik terhadap Wapres, terutama yang menyangkut isu politik dinasti, Ade menyatakan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut seringkali tidak berdasar.
Ia menantang para pengkritik untuk menyampaikan data atau argumen faktual, bukan sekadar opini atau sentimen pribadi.
“Kalau mau bilang Gibran tidak layak, silakan beri bukti dan data yang kuat. Jangan hanya mendiskreditkan berdasarkan persepsi atau karena tidak suka,” tegasnya.
Baca Juga: Ketentuan SPMB Jakarta 2025 Jenjang SMA: Cek Juga Tanggal Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah
Pernyataan PSI Tuai Respons Publik
Pernyataan kontroversial dari PSI ini kembali memicu perdebatan publik mengenai kapabilitas dan legitimasi Gibran sebagai wapres.
Di satu sisi, banyak yang mengapresiasi pendekatan Gibran yang dianggap lebih modern dan komunikatif.
Namun di sisi lain, tak sedikit pula yang menilai pencalonan dan terpilihnya Gibran sebagai simbol dari kuatnya praktik dinasti politik .***