AYOJAKARTA.COM - Wacana menduetkan pasangan mantan capres Anies Baswedan-Kaesang putra presiden Jokowi sedang ramai jadi pembicaraan publik.
Ditengah isu wacana duet Anies-Kaesang, akankah bakal terealisasikan atau cuma gimik politik?
Jika melihat saat ini baru DPW PKB DKI Jakarta yang secara terang memberi dukungan terhadap Anies Baswedan.
Sementara DPD PDIP disebut-sebut sudah memasukkan nama Anies Baswedan dalam daftar rekomendasi bakal calon gubernur Jakarta ke DPP PDIP.
Munculnya wacana menduetkan Anies-Kaesang, harus melalui beberapa penjajakan untuk dapat dukungan dari beberapa partai politik.
Analis politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan Anies Baswedan sendiri memiliki niat maju di Pilgub DKI Jakarta.
Melihat hasil surveinya yang menempati posisi atas, menjadi modal untuk Anies dapat maju sebagai bakal calon gubernur Jakarta.
Meski memiliki hasil survei yang bagus, Anies perlu mendapatkan tiket untuk mulus melaju di pilgub DKI Jakarta.
Dia menilai politik Jakarta memiliki kepentingan lain yang patut untuk dipertimbangkan.
Jakarta dianggap sebagai batu loncatan untuk maju menjadi calon presiden.
"Ada ketakutan dan hitung-hitungan pihak yang ingin mengamankan posisinya di 2029 walaupun masih 5 tahun lagi, untuk menggagalkan orang-orang yang bakal menjadi pesaing," kata Yunarto.
Yunarto mengatakan duet keduanya tidak akan pernah terwujud dan hanya gimik politik.
Sebab melihat branding yang dibangun Anies sebagai pemimpin koalisi perubahan akan runtuh jika berpasangan dengan Kaesang.
Anies sendiri belum secara tegas menyatakan siap jika dipasangkan dengan Kaesang.
Jika PKB benar-benar mengusung Anies maka perlu untuk menambah gerbong koalisi agar memenuhi syarat.
Sementara PSI hanya memiliki 8 kursi di DPRD DKI Jakarta sehingga masih membutuhkan partai lain untuk masuk dalam gerbong koalisi untuk mengusung pasangan Anies-Kaesang.***
Baca Juga: Hore! Bantuan BLT Akhirnya Dicairkan Mulai Hari Ini, Mungkinkah Mitigasi Risiko Pangan?