AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian Vina dan Eki yang telah terjadi sejak delapan tahun silam, sampai saat ini masih menimbulkan banyak tanda tanya.
Suroto orang pertama yang menolong Vina dan Eki saat kejadian tersebut ikut memberikan kesaksian atas kasus ini. Ia menceritakan kronologi keadaan keduanya saat pertama kali ditemukan.
Suroto yang saat itu sebagai mandor petugas keamanan mengaku menemukan Vina dan Eki tergeletak di jalanan.
Namun, yang mengejutkan Suroto mengaku menemukan keduanya di Desa Kecomberan, bukan di Flyover Talun seperti yang diberitakan.
“Sumpah demi Allah tidak saya rekayasa posisi ada disini bukan disana (Flyover Talun),” ungkap Suroto, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Official iNews pada Sabtu, 8 Juni 2024.
Suroto menambahkan bahwa ia menemukan korban tergeletak di jalanan pada pukul 22.00 WIB, bukan pukul 01.00 WIB.
Dalam ceritanya Suroto mengatakan bahwa orang yang pertama kali ia tolong saat kejadian tersebut adalah Eki.
Berdasarkan kesaksian Suroto kondisi Eki saat itu masih menggunakan helm dan jaket yang bertuliskan XTC.
Baca Juga: 15 SMP Terbaik di Jawa Timur Selama 6 Tahun Berturut-turut, Rekomendasi Untuk Dipilih Pada PPDB 2024
“Posisi masih pake helm saya tanya dia sudah nggak menjawab, tebakan saya bahwa dia sudah mati,” katanya.
“Lalu saya coba copot helmnya tapi dia sudah tidak berdaya,” tambahnya.
Berbeda dengan kondisi Vina yang saat itu masih setengah sadar dan sempat meminta tolong kepadanya.
“Dia (Vina) minta tolong, masih ada rintihan minta tolong dan saya bilang sabar ya de masih nunggu mobil,” tuturnya.
Suroto menuturkan saat itu kondisi Vina mengeluarkan darah cukup banyak dan yang parah di bagian kaki, tangan sebelah kiri, dan memar di bagian wajah.
Selain itu, pada area organ in*** Vina terlihat dan ditutupi oleh jaket yang sama seperti yang digunakan oleh Eki.***