AYOJAKARTA.COM – Kematian Vina dan Eki secara tragis hingga saat ini masih menyimpan banyak kejanggalan, dan belum menemukan adanya titik terang.
Pada awal kemunculan kasus ini, Iptu Rudiana ayah dari Eki sempat angkat bicara soal kematian yang menimpa anaknya.
Ayah Eki meminta masyarakat untuk tidak membuat kasus ini semakin rumit, dan mengaku bahwa dirinya telah mencari tahu pelaku yang sebenarnya sejak delapan tahun yang lalu.
Namun, sejak kemunculannya tersebut Rudiana tidak pernah terlihat lagi ikut terlibat dalam menangani kasus ini.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka Bulan Ini! Cek 19 Formasi untuk Lulusan SMA Tanpa Syarat Tinggi Badan
Padahal, ayah Eki ini merupakan seorang polisi aktif dan memiliki jabatan sebagai Kapolsek.
Baru-baru ini Hotman Paris meminta kepada pihak Polda Jabar untuk memeriksa keterlibatan Rudiana dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Melalui unggahannya di media sosial, Hotman mengatakan bahwa pihak kepolisian bisa mendapatkan keterangan lebih banyak atas kasus ini.
“Memohon kepada Polda Jabar untuk memeriksa saksi yang jauh lebih penting, yaitu bapaknya almarhum Eki,” kata Hotman Paris, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Intens Investigasi pada Jumat, 7 Juni 2024.
Hotman menuturkan bahwa pihaknya telah mencoba untuk menghubungi Iptu Rudiana namun hingga saat ini tidak ada jawaban dari ayah Eki ini.
Melihat sikap ayah Eki yang dinilai tidak mau diajak bekerjasama untuk mengungkap kasus ini, membuat Hotman Paris bertanya-tanya.
Baca Juga: Kabar Terbaru! 4 Bantuan Tunai yang akan Cair Sebelum Idul Adha, KPM Siap-siap Panen Bansos
Disisi lain, Hotman meyakini bahwa Iptu Rudiana bisa mengungkapkan banyak bukti yang belum terungkap dalam kasus ini.
Tak hanya itu, Hotman juga percaya bahwa dengan posisi Rudiana saat ini dapat mencari keberadaan DPO yang sebenarnya.
Meskipun, pihak Polda Jabar telah mengklaim bahwa hanya Pegi Setiawan alias Perong yang masuk sebagai DPO dan dua DPO lainnya hanya fiktif.
Namun, hingga saat ini keluarga Vina masih ingin mencari tiga nama yang disebutkan sebelumnya yaitu Andi, Dani, dan Pegi alias Perong.***