News

Pegi Alias Perong Korban Salah Tangkap? Suharsono Kerabat Sebut Siap Jadi Saksi: Pegi Itu Salah Sasaran...

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 27 Mei 2024, 13:44 WIB
Suharsono teman Pegi alias perong yang diduga otak kasus pembunuhan Vina

AYOJAKARTA.COM - Seorang pria bernama Suharsono atau Bondol mengaku yakin bahwa Pegi alias Perong yang dinyatakan oleh Polda Jabar sebagai otak kasus pembunuhan Vina Cirebon adalah peristiwa salah tangkap atau salah sasaran.

Pasalnya pada saat kejadian yang merenggut nyawa Vina dan Eki, menurut Bondol, Pegi sedang berada di Bandung.

Dikutip dari Instagram kepoin_trending pada Senin, 27 Mei 2024, dia menceritakan dimana Pegi saat kejadian tersebut.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bikin Laptop Cepat Rusak dan Cara Mengatasinya, Simak di Sini!

"Ya enggak yakin kalau itu sih, Pegi itu salah sasaran, salah tangkap," katanya saat diberondong pertanyaan.

Suharsono menceritakan pada tanggal 21 Agustus 2016, dia ditelepon oleh Pegi yang mengajaknya ke Bandung karena ada pekerjaan. Karena pada saat itu Suharsono sedang menganggur dia menyatakan mau diajak Pegi ke Bandung.

Akhirnya Suharsono bersama Pegi dan dua orang lainnya bernama Robi dan Ibnu pergi ke Bandung. Mereka bekerja sebagai kuli bangunan

"Sudah sampai sana kerja di Bandung, Bandungnya saya lupa namanya ke rumahnya bikin rumahnya Pak Aceng," jelas Suharsono.

Setelah bekerja beberapa hari di Bandung dan mendapatkan upah, Suharsono kembali ke Cirebon pada tanggal 27 Agustus 2016 sekitar pukul 8 malam.

Dia diantar oleh temannya Pegi, Robi, dan Ibnu.

Baca Juga: 10 Kampus Bidang Komunikasi dan Media Terbaik di Indonesia Versi THE WUR, Ada Kampus SwIkuti Kuis Sederhana Ini Dalam 5 Menit, Manifulatif Atau Licik?

"Saya diantar sampai (mendapat) angkot, habis itu Pegi kembali ke bedeng," jelas Suharsono.

Suharsono kemudian pergi ke Terminal Leuwipanjang dan naik bus Goodwill ke Cirebon pada tanggal 27 Agustus 2016 malam.

"Sekitar jam 11 malam saya sampai ke Cirebon, di kilometer 202 turun saya di kolong jembatan Kalun," katanya.

Kemudian dia menceritakan setelah turun dari bus, dia jalan kaki di pinggir jalan tol dan melihat ke atas ada polisi dam banyak orang.

"Saya jalan kaki di bawah, lihat ada polisi atau banyak orang. Saya yang naik lihat, waktu itu adalah kejadian kecelakaan info awalnya," lanjut dia.

Suharsono mengaku tidak tahu bahwa kecelakaan tersebut adalah peristiwa yang merenggut nyawa Vina dan Eki yang kasusnya sekarang menjadi viral.

Dengan kronologis seperti itu, Suharsono mengaku merasa yakin Pegi bukan pelaku pembunuhan Vina dan Eki. Alasannya pada saat kejadian, Pegi berada di Bandung.

Saat ditanya wartawan, apakah dia mau menjadi saksi atas kasus tersebut, dia menyatakan kesediaannya.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky