News

UNPAD Gelar Wildlife Journalism Competition, Kompetisi Jurnalistik Terbesar di Indonesia

Oleh: Tim AYO 09 Minggu 26 Mei 2024, 21:28 WIB
Universitas Padjadjaran resmi meluncurkan “Wildlife Journalism Competition” (WJC), kompetisi jurnalistik terbesar di Indonesia pada 22 Mei 2024 di Universitas Padjajaran, Kampus Jatinangor.

JATINANGOR, AYOJAKARTA.COM – Pusat Studi Komunikasi Lingkungan (Pusdikomling) Universitas Padjadjaran resmi meluncurkan Wildlife Journalism Competition (WJC), kompetisi jurnalistik terbesar di Indonesia pada hari ini (22/5) di Universitas Padjajaran, Kampus Jatinangor.

Acara peluncuran ini dilakukan secara hybrid yang dihadiri oleh sekitar 500 mahasiswa baik secara luring maupun daring. Kompetisi yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi satwa liar melalui karya jurnalistik ini mengundang partisipasi dari para jurnalis kampus, termasuk pers mahasiswa (Persma), komunitas jurnalis kampus, dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang memiliki minat pada isu konservasi, terutama konservasi satwa liar.

WJC didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa atau Food and Agricultural Organization of the United Nations Indonesia (FAO), Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID), Pertamina New and Renewable Energy serta Garda Animalia.

Baca Juga: Ingin Masuk UNPAD Jalur SMUP? Cek Biaya UKT dan IPI dari 58 Prodi Ini Yuk!

Pembukaan WJC dilakukan oleh Direktur Inovasi dan Koorporasi, Prof. Dr. Tomy Perdana, secara simbolis dengan penancapan kujang, senjata tradisional yang menjadi simbol kebudayaan masyarakat Sunda, yang menandai komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam perlindungankeanekaragaman hayati di Indonesia.

Pada acara ini, beberapa pembicara termasuk aktivis lingkungan seperti Chanee Kalaweit, profesional di bidang jurnalistik seperti wartawan senior Metro TV Desi Fitriani, perwakilan pemerintah seperti Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, dan pakar kesehatan hewan seperti Country Team Leader FAO ECTAD Indonesia hadir sebagai pembicaradalam acara ini.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., SH., M.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang untuk menjaga satwa dan lingkungannya.

“Isu-isu ini berkaitan dengan hal-hal yang jarang disentuh dalam konteks komunikasi, ini berkaitan dengan satwa, dan dunia lingkungan. Ini sangat baik, kita perlu menjaga satwa dan lingkungan di sekitar kita", katanya.

Baca Juga: Jadwal Seleksi SMUP UNPAD 2024, Cek Alur Pendaftaran hingga Pengumuman

Dadang Rahmat Hidayat pun mengatakan dirinya sangat bahagia, karena sudah didukung oleh FAO, USAID, Dewan Pers, Pertamina EBT dan dukungan dari pihak lainnya yang sangat mendukung perlombaan ini.

Direktur Inovasi dan Koorporasi Universitas Padjadjaran yang hadir mewakili Rektor Universitas Padjadjaran mengatakan bahwa, perlombaan ini sesuai dengan pola ilmiah pokok Universitas Padjadjaran yang dikembangkan sejak tahun 70-an yaitu, bina mulia hukum dan lingkungan Hidup. Hal ini sudah dirancang oleh para guru besar Unpad tahun 70-an yang sudah melihat peluang keberlanjutan lingkungan.

“Bisa kita bayangkan 54 tahun yang lalu dicetuskan dan ini sangat berasa hari ini, ini menjadi penting karena lingkungan tidak bisa terpisah dengan aspek keberlanjutan yang lain dan semakin kompleks. Karena semakin komplekslah masalah satwa liar ini dengan masalah lingkungan karena adanya tantangan iklim dan penyakit inveksis baru”, ujar Tomy Perdana.

Ia pun mengatakan bahwa sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, karena semakin kompleks masalah lingkungan, kita tidak bisa bekerja secara sendirian dan terisolasi. Kompleksitas hanya akan berjalan secara bersamaan dengan pelibatan para pemangku kepentingan dan semua pihak.

Baca Juga: 7 Persyaratan Jalur Seleksi Mandiri SMUP UNPAD, Segini Biaya Pendaftarannya

Ketua Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Universitas Padjadjaran, Dr. Uud Wahyudin, M.Si, mengatakan bahwa WJC menjadi cara untuk mendorong kesadaran dan pemahaman masyarakat serta media massa terhadap isukonservasi dalam konteks pelestarian satwa liar.

“Kita berharap WJC ini dapat memberikan pemahaman mengenai konservasi dan jurnalisme konservasi satwa liar di Indonesia,” ujar Uud.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia yang diwakilkan oleh Nunu Anugrah S.HUT., M.Sc, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik KLHK, menyatakannya pentingnya acara ini untuk keberlanjutam konservasi di Indonesia.

Baca Juga: Daftar dan Besaran UKT Unpad Jalur SNBP 2024 yang Harus Dibayar, Paling Mahal Prodi Apa dan Jumlahnya Berapa?

Adapun Rajendra Aryal, Perwakilan FAO untuk Indonesia and Timor Leste, menyambut baik acara WJC ini.

“Keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk memastikan komunitas yang lebih sehat dan kuat. Acara ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan meningkatkan dukungan masyarakat terhadap inisiatif One Health, khususnya dalam pencegahan pandemi dan mengatasi ancaman kesehatan yang timbul dari satwa liar,” jelas Rajendra.

Rajendra juga menyatakan bahwa FAO bersama dengan pemerintah Indonesia selalu siap mendukung inisiatif keterlibatan pemuda untuk advokasi One Health.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah S1 Termahal di UNPAD Jalur Mandiri: UKT beserta IPI, Ada yang sampai Rp195 Juta!

USAID pun menyatakan dukungan penuh terhadap berjalannya acara ini.

“Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk peningkatan kualitas kesehatan di Indonesia,” kata Enilda Martin, Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia. “Amerika Serikat, melalui USAID, bangga menjadi bagian dari upaya pencegahan pandemi One Health di Indonesia sebagai bukti komitmen kita bersama.”

WJC sendiri akan berlangsung hingga November 2024, dengan mata lomba yang terdiri dari feature, photo story, dan video dokumenter. Sejumlah isu diangkat dalam perlombaan ini antara lain konflik antara manusia dan satwa, perburuan, komersialisasi satwa, zoonosis, degradasi habitat, serta perdagangan satwa.

Adapun kompetisi ini akan melakukan loka karya untuk peserta lomba dan masyarakat umummelalui roadshow di sejumlah kampus yang berada di Bali, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Ambon, Pontianak dan Cilegon.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah S1 Termurah di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Semua Jalur, UKT Tertinggi Tidak sampai Rp20 Juta

Pemenang kompetisi akan mendapatkan penghargaan dan karyanya akan ditayangkan di televisinasional. Untuk informasi lebih lanjut tentang acara pembukaan dan kompetisi ini, silakan mengunjungi:

(Instagram @wildlife.journalismcomp), atau hubungi

Nama ​ ​: Angga Argun Nugroho

Jabatan​​: Humas WJC 2024

Telepon​: +62 821-1782-5918.***

Reporter Tim AYO 09
Editor Fathul Amanah