News

Waspada! Menjelang Perayaan Idul Adha, Warganet Kembali Digemparkan dengan Munculnya Virus Lato-Lato pada Hewan Kurban

Oleh: Karseno AJ Sabtu 25 Mei 2024, 11:59 WIB
Munculnya Virus Lato-Lato pada Hewan Kurban

AYOJAKARTA.COM - Sebagai bentuk refleksi perjalanan spiritual yang dilakukan Nabi Ibrahim AS, hari raya Idul Adha sering juga disebut dengan perayaan kurban.

Dalam perayaan hari Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan.

Terkait dengan perayaan Idul Adha, Baginda Rasulullah SAW telah menjelaskan sejumlah kategori mengenai jenis serta kondisi fisik hewan yang akan dikurbankan.

Selain dari jenis Kambing, Sapi, Kerbau yang sudah cukup usia, status kepemilikan hewan kurban juga harus didapat melalui cara halal, bukan dari berhutang terlebih mencuri.

Baca Juga: UTBK SNBT 2024 Baru Diumumkan Bulan Juni tapi Sudah Ada 27.927 Peserta yang Dinyatakan Gugur, Penyebabnya Apa Ya?

Kondisi fisik dari hewan kurban juga harus dalam keadaan sehat, tidak cacat, atau memiliki penyakit tertentu yang mempengaruhi kualitas daging.

Sehubungan dengan kondisi fisik hewan kurban, jagat maya tengah dibuat terkejut dengan merebaknya penyakit Lato-Lato.

Penyakit Lato-lato pada ternak seperti Sapi merupakan istilah atau ungkapan yang secara ilmiah merujuk ke Lumpy Skin Disease atau LSD.

Sebagaimana Covid pada manusia, Lumpy Skin Disease atau LSD atau penyakit Lato-lato adalah penyakit hewan ternak yang disebabkan oleh virus.

Baca Juga: 18 Jurusan Teknik Sipil Terbaik di Indonesia versi Times Higher Education 2024, Tidak Semuanya PTN

Sifat virus sangat berpengaruh pada sistem kekebalan inang atau tempatnya berada, semakin kuat kondisi tubuh inang akan membuat virus lemah dan sebaliknya.

Sapi atau Kerbau yang mengalami penyakit Lato-Lato atau Lumpy Skin Disease, ditandai adanya benjolan atau bentol-bentol di sekitar leher.

Selain timbul benjolan di kulit, nafsu makan Sapi atau Kerbau yang terkena Lato-lato juga akan menurun serta pilek atau timbul lendir dari hidung.

Kondisi tampilan fisik kulit hewan ternak tersebut akan semakin parah dan meluas jika daya kekebalan atau imunitas hewan melemah.

Menurut penjelasan yang disampaikan oleh Dokter Hewan Risa dalam kanal kanal Youtube @SahabatSatwaTV, masa inkubasi LSD memiliki rentang waktu satu hingga 14 hari.

Adapun cara penularan LSD pada hewan ternak dapat terjadi melalui kontak langsung dengan Sapi yang terinfeksi, cairan tubuh, serta peralatan pemeliharaan.

Satu hal unik yang membedakan LSD Sapi dengan Covid pada manusia, adalah LSD dapat menular melalui serangga seperti nyamuk atau dihinggapi lalat sementara Covid tidak.

Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Banjir Berkah, 2 Bansos Mei-Juni Positif Cair Serentak Rp150 Ribu, Rp400 Ribu Sampai Rp1,7 Juta via KKS Hari Ini, Cek Segera!

Mengingat penularan virusnya yang unik, para peternak Sapi yang merupakan salah satu jenis hewan kurban perlu lebih bersikap waspada.

Sedangkan bagi umat muslim yang berencana untuk berkurban saat Idul Adha mendatang, selain perlu lebih selektif juga tidak mengabaikan sunnah saat memilah hewan kurban. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris