AYOJAKARTA.COM - Kasus tewasnya pasangan Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 silam di Cirebon, semakin menyedot perhatian publik.
Selain karena menyisakan berbagai macam kecurigaan, proses penanganan kasus tewasnya pasangan Vina dan Ekyhingga saat ini juga masih membingungkan.
Berikut ini adalah sembilan macam kejanggalan yang terjadi seputar kasus kematian pasangan Vina dan Eky:
9 Kejanggalan Kasus Pembunuhan Vina Cirebon dan Eky
1. Penetapan Status Kecelakaan
Kejanggalan pertama, penetapan status awal sebagai korban kecelakaan tunggal oleh kepolisian Cirebon meski banyak indikasi mencurigakan.
Baca Juga: 4 Cara Mengisi Energi versi Kepribadian ISTJ, Salah Satunya Memberikan Ini Kepada Diri Sendiri
2. Perubahan Status Kecelakaan
Kedua, perubahan status sebagai korban kecelakaan tunggal menjadi dugaan pembunuhan justru terjadi setelah sahabat korban mengalami kerasukan.
3. Tersangka Ditemukan karena Suara Rekaman Kesurupan
Kejanggalan ketiga, polisi berhasil mendapatkan informasi mengenai identitas 11 orang tersangka setelah rekaman suara kesurupan menjadi viral.
4. Tersangka Tiba-tiba Menghilang
Keempat, tiga pelaku yang dicurigai sebagai aktor utama dari sebelas tersangka mendadak tidak bisa ditemukan karena minimnya informasi.
5. Vonis Cepat
Kelima, proses hukum kepada delapan orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam penganiayaan dan pemerkosaan mendapat vonis relatif lebih cepat dari biasanya.
6. Tuntutan yang Aneh
Keenam, meski ditemukan adanya bercak sperma di tubuh korban perempuan tetapi tidak ada tuntutan pasal pemerkosaan dari pihak kepolisian.
Adanya temuan bukti berupa sperma di tubuh Vina, wajarnya membuat para pelaku kejahatan mendapatkan tuntutan hukum lebih berat.
7. 3 Tersangka Masih Buron
Ketujuh, upaya untuk menemukan tiga tersangka yang masih buron terkesan sengaja didiamkan setelah berhasil menetapkan vonis terhadap delapan orang tersangka.
Seperti yang diketahui, penetapan status DPO terhadap tiga tersangka yang masih buron baru dilakukan kepolisian setelah tayangan film viral atau delapan tahun setelah kejadian.
Lambatnya proses yang dilakukan, membuat banyak pihak menyoroti kinerja para penegak hukum yang terlibat dalam kasus tewasnya Vina-Eky.
Sebagian kalangan menilai, kasus tewasnya pasangan Vina-Eki merupakan salah satu bukti masih lemahnya penegakan keadilan di Indonesia sehingga perlu terus diperbaiki.
Kejanggalan kedelapan, adanya perubahan dalam BAP secara serentak para tersangka menunjukkan adanya indikasi rekayasa dalam kasus tewasnya Vina-Eki.
Perubahan BAP yang dilakukan oleh para tersangka, selain kurang mudah untuk dimengerti juga melahirkan berbagai pertanyaan dan spekulasi.
Sembilan, sebanyak lima dari orang yang menjalani hukuman terbukti tidak memiliki hubungan apapun dengan kasus Vina.
Pengakuan Jogi Nainggolan selaku Kuasa Hukum para pelaku menyebut, lima kliennya merupakan buruh kasar, pekerja bangunan yang tidak ada hubungan dengan geng motor.
Kelima pekerja bangunan yang sedang tidur berkerumun merupakan korban salah tangkap pihak kepolisian atau orang-orang random.***