News

Bus Pariwisata yang Angkut Rombongan KPPD DKI Terguling di Toba Sumatera Utara, 2 Tewas, Polisi Sebut Sopir Positif Narkoba

Oleh: Admin Sabtu 18 Mei 2024, 16:33 WIB

AYOJAKARTA.COM - Peristiwa nahas yang melibatkan kecelakaan bus yang mengangkut rombongan kembali terjadi.

Setelah kecelakan bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang Jawa Barat yang menyebabkan 11 orang tewas, kali ini kecelakaan terjadi di Kawasan Toba Sumatara Utara.

Satu unit bus Bigbird yang mengangkut rombongan Rombongan KPPD DKI terguling di jalan lintas umum Medan - Tarutung Kilometer 191-192, Kelurahan Pasar Lumbanjulu, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

KPPD DKI adalah Koperasi Konsumen Pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Kecelakaan terjadi pada Jumat 17 Mei 2024 pukul 11.11 WIB.

Dalam video yang tersebar luas di X, tampak Bus Pariwisata bernopol B-7798-BAA terguling di samping bahu jalan.

Salah satunya diunggah akun X Miss Tweet (@Heraloebss)

Dalam unggahannya Miss Tweet menulis "DAN TERJADI LAGI, Sebuah Bus Pariwisata mengalami kecelakaan tunggal dan Menyebabkan 2 Tewas serta dua orang lainnya mengalami Cidera ( 17/5/2024)"

Dalam unggahan tersebut disebutkan juga dua korban meninggal dunia adalah remaja putri siswi SMPN 1 Lumban Julu dan Rohani Hutagalung (45) seorang warga Desa Lintong Julu, Kecamatan Lumban Julu.

Menurut informasi yang diperoleh, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.50 WIB ketika bus pariwisata yang dikemudikan oleh Moh Alaihi Sahri Lubis (40), seorang warga Jalan Elang, Kecamatan Medan Sunggal, sedang dalam perjalanan dari Porsea menuju Parapat.

Sekitar pukul 11.20 WIB, bus melintas di lokasi kejadian yang saat itu sedang ramai karena ada pekan di pasar Lumban Julu.

Pada saat yang sama, bus oleng dan terbalik, menimpa korban yang secara kebetulan berada di lokasi tersebut.

Setelah kejadian, sekitar pukul 11.39 WIB, seluruh korban dievakuasi ke Puskesmas Lumban Julu dan RSUD Porsea.

Disebutkan penyebab kecelakaan akibat sopir bus diduga tertidur, menyebabkan kendaraannya oleng dan terbalik.

Namun dalam penyidikan lebih lanjut oleh Polda Sumut, sopir kemudian dinyatakan sebagai tersangka karena positif mengonsumsi narkoba.

Hal itu diketahui setelah sopir menjalani tes urine.

Tanggapan Bluebird

Menanggapi kecelakaan tersebut, pihak Bluebird Group memberikan respons.

Dalam balasannya kepada Miss Tweet, Bluebird Group menyatakan prihatin dan memohon maaf atas insiden yang melibatkan salah satu armada Bigbird di wilayah Lumban Julu, Medan.

Mereka menyatakan sangat berduka dan mengucapkan belasungkawa mendalam atas meninggalnya pejalan kaki yang terdampak insiden ini.

Untuk mendukung penyidikan, Bluebird Group memastikan akan mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk tamu maupun keluarga korban. Bigbird juga memastikan setiap armada berada dalam kondisi terbaik untuk beroperasi, dan akan melakukan investigasi mendalam terkait faktor lain yang menyebabkan insiden ini.

Reporter Admin
Editor Andres Fatubun