News

Heboh! Pemuda di Sukabumi Bunuh Ibu Kandung Pakai Garpu Tanah, Pelaku Sempat Melamun Semalaman

Oleh: Linda Wati Kamis 16 Mei 2024, 10:47 WIB
Heboh! Pemuda di Sukabumi Bunuh Ibu Kandung Pakai Garpu Tanah, Pelaku Sempat Melamun Semalaman

AYOJAKARTA.COM -- Seorang pemuda di Sukabumi tega membunuh ibu kandung sendiri memakai garpu tanah.

Pemuda tersebut diketahui bernama Rahmat (26) yang tega membunuh ibu kandungnya menggunakan garpu tanah diduga karena kesal tak dibelikan sepeda motor.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Kampung Cilandak, Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 14 Mei 2024.

 Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Bisa Temukan Angka 7525 pada Gambar? Waktumu 8 Detik Saja Ya!

Usai membunuh ibunya, Rahmat disebut sempat melamun semalaman di depan rumahnya.

Dikutip Ayojakarta.com dari Instagram @ctd.insider, Rahmat diketahui melancarkan aksinya pada jam 17.00 WIB.

Setelah membunuh, pelaku juga sempat meminta tetangga yang melintas untuk membunuhnya.

“Ketahuan tadi pagi sekitar jam 04.00 WIB, pembunuhannya jam 17:00 WIB, semalaman si pelaku itu melamun di depan rumahnya,” kata H Deris, tokoh masyarakat setempat.

 Baca Juga: Pejuang PNS Wajib Tahu! Inilah 8 Formasi Sepi Peminat Punya Peluang Emas Untuk Lolos CPNS 2024

“Tadi subuh tiba-tiba dia memberikan uang ke tetangganya Rp330 ribu, ditanya kenapa belepotan darah, dia menjawab baru bunuh ibu, dia minta tolong untuk dibunuh,” imbuhnya.

Mendengar jawaban pelaku, saksi kemudian langsung mengecek ke dalam rumah dan kaget menemukan tubuh korban tergeletak di dalam kamar bersimbah darah dengan leher tertancap garpu tanah.

Saksi menduga, pelaku sempat menyesali perbuatannya hingga ia melamun seperti orang kebingungan.

Setelah warga melapor ke kepolisan terdekat, akhrinya pelaku diamankan oleh Polisi tanpa perlawanan sekitar pukul 08.00 WIB.

 Baca Juga: Para KPM PKH dan BPNT Wajib Baca! Ternyata ini Alasan Kenapa Saldo Rekening Penerima Manfaat Bantuan Sosial PIP Masih Kering

Pengakuan sementara, pelaku kesal kepada sang ibunda karena tidak dibelikan motor.

Ia bahkan sempat tidur di dekat jasad ibunya yang telah dibunuh dengan baju yang masih penuh bercak darah.***

Reporter Linda Wati
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil