AYOJAKARTA.COM -- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran atau STIP Jakarta merupakan salah satu sekolah kedinasan yang berada dibawah naungan Kementerian Perhubungan.
Fokus pada bidang kelautan, sekolah kedinasan STIP Jakarta bertujuan untuk mendidik para praja agar menjadi seorang pelaut yang handal.
Diresmikan sejak tahun 1957, sekolah kedinasan STIP Jakarta yang berdiri diatas tanah seluas 32 hektar dilengkapi dengan berbagai fasilitas akademik.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Bisa Temukan Angka 7525 pada Gambar? Waktumu 8 Detik Saja Ya!
Selain kolam renang terbuka, sarana latihan, jogging track dan lapangan bola, STIP Jakarta juga menyediakan beragam fasilitas penunjang pendidikan.
Dari kapal latih, pusat latihan penanganan kebakaran, ruang simulasi aspek kelautan hingga ruang makan bagi para mahasiswa tersedia di STIP Jakarta.
Dilengkapi gedung asrama, perpustakaan bagi mahasiswa, STIP Jakarta memiliki 161 tenaga pengajar yang siap mencetak pelaut handal di banyak bidang.
STIP Jakarta memiliki tiga program bidang studi yang dapat dijadikan pilihan bagi para calon pelaut Indonesia.
Selain Diploma IV Teknika dan Diploma IV Nautika, STIP Jakarta juga membuka program bidang studi Diploma IV Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhan atau KALK.
Pada program studi Nautika, setiap taruna akan diperkenalkan beragam hal mengenai pengoperasian kapal, olah gerak atau navigasi kapal.
Sementara program studi Teknika, STIP Jakarta mendidik para taruna menjadi ahli mekanik atau permesinan guna memastikan operasional kapal.
Adapun dalam jurusan program studi KALK, STIP Jakarta mendidik para taruna untuk menjadi Pengelola Pelabuhan baik skala lokal maupun internasional.
Baca Juga: Jarang Ada Orang yang Tahu! Ini 7 Sekolah Kedinasan yang Mudah Masuknya
Pelaut merupakan manusia-manusia handal yang memiliki peran kunci dalam proses pendistribusian beragam kebutuhan pokok di seluruh dunia.
Untuk senantiasa memenuhi kebutuhan akan pelaut handal tersebut, STIP Jakarta selalu mengedepankan pendidikan karakter bagi setiap praja.
Menghindari adanya potensi trauma psikologis bagi para peserta didik, merupakan komitmen dan prinsip yang dipegang teguh oleh STIP Jakarta.
Atas pertimbangan tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencopot Direktur dan sejumlah pejabat di lingkungan STIP Jakarta.
Baca Juga: Catat! Ini Skor Minimal UTBK untuk Daftar Sekolah Kedinasan di PKN STAN dan Poltek SSN
Pencopotan tersebut merupakan buntut dari hilangnya nyawa salah seorang taruna yang terjadi akibat dianiaya oleh sejumlah Senior beberapa waktu lalu.
Selain mencopot Direktur dan sejumlah pejabat, Menteri Perhubungan juga melakukan moratorium atau tidak ada penerimaan taruna baru untuk tahun 2024.
Langkah tersebut dilakukan sebagai cara untuk memutus frasa atau istilah Senior atau Junior di lingkungan STIP Jakarta.
“Untuk memutus tradisi jelek, sehingga tidak ada istilah Senior dan Junior,” jelas Budi Karya Sumadi saat menghadiri pemakaman Putu Satria Ananta Rustika di Klungkung, Bali.***