AYOJAKARTA.COM– Kedekatan antara Presiden Ketujuh RI dengan Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, sempat menuai banyak sorotan.
Selain karena dianggap sebagai bentuk dukungan sebagai peserta Pilpres dalam melawan Anies serta Ganjar, Prabowo Subianto juga digadang-gadang sebagai penerus kuat Jokowi.
Dinamika politik yang berkembang kemudian, membuat Prabowo Subianto berhasil memenangkan kontestasi Pilpres 2024.
Baca Juga: Rilis 5 Mei! Catat Kelebihan dan Kekurangan Itel City 100 Harga Rp1 Jutaan: Pakai Unisoc T7250
Keikutsertaan Gibran Rakabuming yang merupakan putra sulung Joko Widodo dalam kursi Wapres, semakin menguatkan anggapan publik.
Pasca dilangsungkannya pelantikan terhadap peserta pemenang Pemilu, duet Prabowo-Gibran tidak membuat nama Jokowi tenggelam dalam semesta politik tanah air.
Anggapan yang menyebut bahwa Prabowo Subianto merupakan perpanjangan tangan dari Jokowi semakin menguat, usai sederet nama menteri di kabinet berisi wajah lawas.
Saat memberikan pidato di acara HUT Partai Gerindra pada pertengahan Februari 2025 lalu, anggapan publik terhadap sikap Prabowo Subianto mulai mendatangkan pertanyaan.
Selain menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Presiden Ketujuh RI, Prabowo juga dengan tegas menyebut nama Jokowi sebagai penyemangat peserta.
Pekikan Hidup Jokowi yang dilanjutkan dengan ucapan Terimakasih, oleh sebagian kalangan kemudian dinilai sebagai bagian untuk memperkuat dugaan.
Narasi akan dampak Matahari Kembar yang secara implisit ditujukan kepada Prabowo Subianto serta Joko Widodo kemudian mencuat hingga sedikit mengubah tensi politik.
Sanggahan sebagai Presiden Boneka yang ditujukan kepada Prabowo Subianto, kemudian ditanggapi serius saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan pada 5 Mei lalu.
Bentuk kedekatan politik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Ketujuh RI, membuat sejumlah kalangan memberikan kritik keras melalui penyebaran Meme.
Berbekal teknologi kecerdasan buatan, Presiden Prabowo kemudian didesain atau digambarkan sedang berciuman dengan Joko Widodo.
Kritik gambar meme berbasis teknologi AI yang dianggap oleh sebagian besar kalangan sebagai satir politik, membuat warganet di berbagai platform media sosial ikut mengulik.
Selain karena pelaku pembuat gambar AI yang telah berhasil diamankan pihak kepolisian, kritik yang dibuat juga dinilai terlalu berlebihan.
Menurut warganet, kecenderungan yang sering dilakukan oleh pemerintah terhadap isu menyangkut persoalan publik dan politik cenderung tidak seimbang dan terbalik.
Setiap kali menghadapi berbagai permasalahan sosial yang membutuhkan penanganan lebih serius, pemerintah oleh warganet dinilai sangat lambat.
Namun hal berbeda justru ditunjukan setiap kali pejabat pemerintah menerima kritik karena berbagai persoalan yang dinilai kurang berpihak pada kepentingan publik.
“Lah Wakil Presidennya aja Pro AI, dan menghujat secara personal di salah satu platform, kenapa tidak ditindak?,” keluh warganet pemilik akun @*yku_ma*lewat komentar. ***