News

Menjadi Titik Kunci Miqat, Zulhulaifah atau Bir Ali Siap Sambut Jemaah Haji dari Madinah ke Makkah Mulai Besok

Oleh: Asep Dadan Muhanda Jumat 09 Mei 2025, 15:02 WIB
Bir Ali mulai dipadati calon jemaah haji dari berbagai negara. Calon Jemaah Haji Indonesia mulai ke Bir Ali pada Sabtu 10 Mei.

MADINAH, AYOJAKARTA.COM – Terletak 11 kilometer dari pusat kota Madinah dan memiliki nama asli Zulhulaifah, Bir Ali jadi titik krusial pergerakan calon jemaah haji gelombang pertama dari Madinah ke Makkah. 

Lokasi ini diketahui menjadi miqat makani atau batas tempat memulai ibadah umrah dan haji (berihram) bagi para jemaah yang berangkat dari arah Madinah, termasuk jemaah haji Indonesia yang terbang ke Tanah Suci pada gelombang I.

Sebagai informasi, di Zulhulaifah sendiri terdapat sebuah masjid yang menjadi tempat para jemaah haji atau umrah untuk melakukan salat sunah dua rakaat dan berniat ihram.

Masjid tersebut bernama Masjid Miqat Zulhulaifah atau Masjid Asy-Syajarah, terletak di tepi jalan raya Madinah-Makkah, sekitar 11 km dari Masjid Nabawi.

Jemaah haji Indonesia sendiri sering menyebutnya dengan Masjid Bir Ali.

Baca Juga: Hanya Salurkan USD 159 Juta ke Indonesia sejak 2009, Menteri Prabowo Ajak Bill Gates Masuk Dewan Danantara

Mulai Sabtu (10/5), sebanyak tujuh kloter atau sekitar 2.800 calon jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Makkah melalui jalur darat.

"Teman-teman di sini bersiap menyambut para Duyufurrahman, menyambut tamu-tamu Allah, menyambut calon jemaah haji di parkiran Bir Ali," ujar Kadaker Madinah M. Luthfi Makki saat mengecek kantor Sektor Khusus (Seksus) Bir Ali, Jumat (9/5).

Perjalanan dari Madinah ke Makkah adalah bagian penting dari tahapan ibadah haji. Sebelum bergerak, calon jemaah haji melakukan miqat di Bir Ali, yaitu pengambilan niat untuk menunaikan umrah dengan mengenakan pakaian ihram.

Di titik inilah, para petugas haji Indonesia berperan aktif memberikan bimbingan dan memastikan semua tahapan miqat berjalan dengan lancar.

Menurut Luthfi, sebanyak 16 petugas disiagakan di berbagai titik strategis di Bir Ali, mulai dari parkiran bus, pintu masuk, hingga jalur keluar.

Baca Juga: Netflix Umumkan Garapan Film Komedi Thriller Korea Terbaru Husbands in Action, Ceritakan Kisah 2 Suami dalam Misi Penyelamatan

Mereka bertugas mengarahkan jemaah yang turun dari bus, memandu proses bersuci (wudu), salat sunnah, dan niat ihram sebelum kembali ke kendaraan.

"Proses miqat biasanya hanya sekitar 15 menit. Tapi bagi jemaah lansia atau berkebutuhan khusus, bisa memakan waktu hingga satu jam," ujar Luthfi.

Untuk mempercepat proses dan mencegah kepadatan, para ketua kloter dan rombongan juga diimbau agar jemaah sudah dalam kondisi berwudu sejak dari hotel.

Dengan demikian, jemaah bisa langsung melaksanakan salat sunnah dan niat tanpa perlu antre ke kamar mandi umum yang jumlahnya terbatas.

Pendorongan calon jemaah haji dari Madinah ke Makkah akan berlangsung setiap hari hingga 25 Mei. Seluruh calon jemaah haji gelombang pertama, yang diberangkatkan dari Indonesia sejak 2 Mei hingga 16 Mei, akan berada di Madinah selama sembilan hari, sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Setelah menyelesaikan ziarah dan ibadah di Raudhah serta Masjid Nabawi, mereka akan diberangkatkan menuju Makkah melalui titik miqat Bir Ali secara bergelombang.

"Kita sudah susun jadwal dan skema pendorongan agar tidak terjadi penumpukan," kata Luthfi.

Baca Juga: Serius Perhatikan Pendidikan Keagamaan di Sumsel, Herman Deru Tuai Pujian Menko Yusril Ihza

Sementara itu, gelombang kedua calon jemaah haji Indonesia akan mulai terbang dari Tanah Air pada 17 hingga 31 Mei 2025. Mereka langsung mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan bergerak ke Makkah tanpa singgah di Madinah terlebih dahulu. Kunjungan ke Madinah akan dilakukan setelah puncak haji.

Petugas di Bir Ali pun akan tetap siaga sepanjang fase ini. Mereka akan melayani pergerakan lebih dari 100 ribu calon jemaah haji Indonesia selama lebih dari dua pekan.

"Sesuai dengan jadwal, calon jemaah haji terakhir di Madinah akan didorong ke Makkah pada 25 Mei," ujar Luthfi.

Dengan semakin dekatnya fase pendorongan jemaah ini, seluruh petugas diminta meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan. Perjalanan ke Makkah adalah tahap awal yang menentukan kelancaran ibadah berikutnya, termasuk umrah wajib dan pelaksanaan puncak haji.

Reporter Asep Dadan Muhanda
Editor Jinan Vania Barizky