News

Kasus Kopi Sianida Cafe Olivier: Deretan Debat Otto Hasibuan Kala Membela Jessica Wongso, Paling Epic dengan Slamet Purnomo

Oleh: Karseno AJ Rabu 17 Apr 2024, 15:04 WIB
Deretan debat Otto Hasibuan kala membela Jessica

AYOJAKARTA.COM - Sempat menjadi sorotan pada 2016 silam, keberadaan sosok Otto Hasibuan sebagai kuasa hukum Jessica Wongso tidak dapat dipungkiri.

Menjadi kuasa hukum yang berdiri di pihak tersangka pelaku kasus kopi sianida, Otto Hasibuan yakin Jessica Wongso tidak sepenuhnya bersalah.

Selain mempercayai kejujuran Jessica Wongso, Otto Hasibuan juga berulangkali terlihat beradu argumen dengan sejumlah saksi ahli saat berada di ruang sidang.

Baca Juga: INFO Lowongan Kerja April 2024 Khusus untuk Lulusan SMA atau SMK, Ada 4 Perusahaan Tersedia, Lamar di Sini

Membela Jessica Wongso, Otto Hasibuan tidak berhenti mencecar para saksi ahli yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum kala itu. 

Berikut adalah deretan perdebatan Otto Hasibuan kala membela Jessica Wongso saat berada di ruang sidang:

Deretan Debat Otto Hasibuan di Persidangan Kasus Kopi Sianida Jessica

Pertama, Otto Hasibuan sempat mencecar keterangan saksi Ahli Psikologi Klinis Antonia Ratih Andjayani Ibrahim atau Ratih Ibrahim.

Dalam persidangan, Otto secara tegas menyayangkan pendapat Ratih Ibrahim yang dinilainya terlalu menyudutkan Jessica.

“Kenapa Saudara langsung membuat kesimpulan tunggal, bahwa perilaku Jessica yang berdiam itu aneh? Padahal Saudara mengatakan, mungkin perilaku itu berbeda-beda,”

Berdasarkan hasil rekaman CCTV di Cafe Olivier, Jessica diketahui terlihat terdiam saat menghadapi Mirna yang sedang dalam kondisi genting.

Baca Juga: Mengenal 9 Kepribadian Seseorang dari Genre Film Favorit, Penikmat Genre Horor Ternyata...

Menurut perspektif Altruisme yang disampaikan Ratih, umumnya manusia akan panik atau kebingungan saat menghadapi situasi sulit, sementara Jessica justru terlihat sebaliknya.

“Apapun penyebabnya, perilaku yang ditunjukkan Jessica menjadi tidak signifikan, kita bicara dalam konteks dan konsep manusia normal,” jelas Ratih saat itu.

Namun Otto bersikeras bahwa sikap diam yang ditunjukkan Jessica tidak mencerminkan sebuah keanehan, sebab setiap manusia berbeda cara dalam menghadapi situasi.

Kedua, Otto Hasibuan menyanggah tanggapan Ahli Forensik Dokter Slamet Purnomo yang menilai bahwa kematian Mirna lebih disebabkan karena kopi sianida.

Sebab menurut BAP kepolisian, Mirna diketahui sempat mengkonsumsi buah Apel yang secara kimiawi mengandung sianida dalam dosis kecil.

Menurut Otto, tanpa adanya autopsi yang dilakukan terhadap jenazah Mirna, maka dugaan terkait racun sianida tidak sepantasnya ada.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Jika dalam 6 Kondisi Ini Permintaan Maaf Tak Perlu Diucapkan, Mengakhiri Hubungan Toxic Salah Satunya!

Ketiga, Otto berdebat saat mematahkan pendapat Nursamran dan I Made Agus Gelgel Wirasuta yang meyakini penyebab kematian Mirna karena es kopi bukan Apel.

Meski demikian, Otto terus mencecar pernyataan saksi ahli yang dihadirkan JPU dengan berbagai pertanyaan ilmiah.

Menurut Otto penyebab kematian Mirna bukan karena meminum es kopi yang diduga telah dicampur sianida oleh Jessica.

“Bagaimana pendapat Anda, karena ternyata Hani juga ikut menyedot es kopi, tetapi tidak mati?” tanya Otto ketika itu. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky