News

Berani Bongkar Kejanggalan Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Minta Diundang TV untuk Beberkan 37 Bukti Rekayasa

Oleh: Linda Wati Selasa 16 Apr 2024, 12:50 WIB
Berani Bongkar Kejanggalan Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Minta Diundang TV untuk Beberkan 37 Bukti Rekayasa

AYOJAKARTA.COM -- Kejanggalan kasus Jessica Wongso hingga kini masih menimbulkan tanda tanya dan perhatian publik.

Salah satu sosok yang masih menyoroti kasus Jesica Wongso hingga kini yakni Pakar Digital Forensik dan Komputer Vision, Rismon Sianipar.

Rismon Sianipar hingga kini masih tetap yakin bahwa rekaman CCTV Jessica Wongso ini telah direkayasa.

Baca Juga: Terkenal Keras dan Sensitif, 5 Sifat dan Karakter Seseorang yang Lahir di Bulan April

Dan rekaman yang telah direkayasa itu disebut digunakan pada persidangan dan membuat Jessica harus mendekam di penjara.

Dalam kasus kopi sianida, Rismon juga menyoroti beberapa nama mulai dari Muhammad Nuh Al Ahzar hingga Krishna Murti.

Rismon mengatakan, bahwa dirinya memiliki 37 bukti ilmiah dari kasus tersebut.

37 bukti ilmiah tersebut bahkan telah dikirim melalui aduan masyarakat ke pihak kepolisian.

Baca Juga: 6 Ide Usaha yang Cocok Jadi Passive Income, Ada yang Modal Smartphone dan Internet saja!

Pakar Digital Forensik itu bahkan berani membeberkan 37 bukti ilmiah tersebut di layar kaca.

Hal itu disampaikan ketika Rismon membahwa soal Krishna Murti yang diduga mengetahui rekayasa CCTV tersebut.

“Nasibmu tinggal kemauan atau keberanian televisi saja mengundang saya di televisi untuk membongkar 37 bukti rekayasa,” kata Rismon dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy.

Rismon berharap akan ada stasiun Televisi yang mengundangnya untuk membongkar kejanggalan kasus tersebut.

Baca Juga: Trik Psikologi agar Orang lain Segan dan Menghormati Kamu, Ternyata Bisa Pakai Cara Ini

“Satu saja televisi berani punya nyali untuk mengundang saya membongkar semua, nasibmu habis,” kata Rismon.

“Satu saja diberikan saya kesempatan untuk wawancara akan saya bongkar semua 37 bukti itu,” imbuhnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil