AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengumumkan tiga nama yang dipandang sebagai potensi kuat dari partainya untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta mendatang.
Dalam suatu pertemuan, Airlangga menyebutkan bahwa mantan Gubernur Jawa Barat atau yang pernah dijuluki Bapak Jomblo se-Indonesia, Ridwan Kamil, telah ditugaskan oleh Partai Golkar untuk maju dalam kontestasi politik tersebut.
Namun demikian, Airlangga juga menegaskan bahwa pilihan belum final dan akan diputuskan berdasarkan elektabilitas dan dinamika koalisi pada Pilgub Jakarta nanti.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Mahkota di Kamar Tidur dalam 5 Detik, Hanya Orang Tertentu yang Bisa
Selain Ridwan Kamil, dua nama lain yang disebutkan adalah Ahmad Zaki Iskandar dan Erwin Aksa.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu kedatangan Ridwan Kamil ke Jakarta serta mempertimbangkan keterlibatan Ahmad Zaki Iskandar sebagai Ketua DPD Golkar DKI.
"Pertama untuk DKI Golkar sudah mengeluarkan surat penugasan kepada kader yang on the way ke Jakarta Pak Ridwan Kamil nah kami masih nunggu kapan sampai Jakarta," kelas Airlangga dikutip dari Kompas TV, hari ini.
Dalam konteks ini, Partai Golkar membuka peluang bagi calon lain termasuk anggota DPR yang baru terpilih seperti Erwin Aksa.
Meskipun demikian, Airlangga menegaskan bahwa proses seleksi masih berlangsung dan akan memperhatikan dinamika politik yang ada.
Baca Juga: 7 Tanggal Lahir yang Menurut Primbon Jawa Diyakini Keramat, Punya Aura dan Energi Kuat
Selain ketiga jagoan golkar tersebut, terdapat nama lainnya yang disebut-sebut akan mengikuti pilgub dki yaitu Ahmad Sahroni, Anies Baswedan, Tri Rismaharini, Riza Patria, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sementara itu, eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara tegas menegaskan bahwa ia tidak akan berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2024.
Meskipun ada spekulasi bahwa ia akan diusung oleh PKS, Anies menegaskan bahwa fokusnya masih pada persoalan Pilpres dan menunggu hasil akhir rekapitulasi.
Anies menyatakan bahwa nama-nama calon yang dijagokan masuk pilgub DKI sengaja dibuat untuk mengalihkan isu dari sidang kecurangan pemilu yang sedang berlangsung.
Anies juga mengajak untuk fokus pada upaya mengawal dan menggaungkan wacana angket dugaan kecurangan Pemilu 2024, sehingga masyarakat tidak teralihkan oleh wacana Pilgub DKI 2024.
Pilgub DKI Jakarta dan beberapa provinsi lainnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan November 2024.