AYOJAKARTA.COM – Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, hari ini, Rabu, 30 April 2025 hadir langsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada pukul 09.30 WIB untuk melaporkan sejumlah pihak terkait tuduhan ijazah palsu yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Didampingi tim kuasa hukumnya, Jokowi melaporkan lima orang yang dituding menyebarkan informasi tidak benar mengenai keaslian ijazahnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tuduhan yang beredar di ruang publik mencakup berbagai aspek teknis, seperti penggunaan font Times New Roman yang disebut-sebut belum digunakan pada era 1980-an hingga 1990-an.
Selain itu, disoroti pula perbedaan format antara sampul dan lembar pengesahan skripsi, yang disebut-sebut dicetak, sementara isi naskah ditulis menggunakan mesin ketik.
Baca Juga: Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dr. Tifauzia Tyassuma Dilaporkan Relawan Jokowi ke Polda Metro Jaya
Nomor seri ijazah yang dianggap tidak memakai kluster tertentu dan hanya berupa angka juga menjadi bahan spekulasi.
Salah satu penuduh, pakar digital forensik Rismon Sianipar, mempertanyakan mengapa Jokowi belum pernah menunjukkan ijazah aslinya secara terbuka kepada publik, padahal tuduhan tersebut sudah beredar cukup lama.
Tim hukum Jokowi, melalui perwakilannya Yakup Hasibuan, menanggapi bahwa pembuktian tidak semestinya dibebankan kepada pihak yang dituduh. Menurutnya, yang berkewajiban membuktikan adalah pihak yang mengajukan tuduhan.
Tim kuasa hukum juga menyatakan telah menyiapkan dokumen dan bukti-bukti pendukung yang akan diserahkan saat pelaporan di Polda Metro Jaya.
Pihak UGM pun telah memberikan klarifikasi resmi dan menyatakan bahwa ijazah Jokowi adalah asli.
Klarifikasi ini diberikan setelah dilakukan verifikasi menyeluruh, termasuk audiensi dengan sejumlah rekan seangkatan Jokowi yang membawa dokumen pendukung, seperti ijazah masing-masing dan foto-foto masa kuliah.
Pelaporan dilakukan sesuai dengan prosedur standar di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dimulai dengan proses registrasi, pengarahan ke ruang penyidik, pembuatan berita acara, penjelasan kronologi secara rinci, dan penyerahan bukti dokumen.
Pengamanan di Polda Metro Jaya diperketat menjelang kedatangan Jokowi. Sekitar 10 personel kepolisian diturunkan khusus untuk menjaga area SPKT, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan hari biasa.
Langkah ini merupakan tindakan preventif untuk menghindari potensi gangguan keamanan mengingat tingginya atensi publik terhadap isu ini. Awak media pun telah diberi pengarahan agar tidak melewati batas peliputan yang telah ditentukan.
Meski pengamanan ditingkatkan, pelayanan masyarakat di SPKT tetap berjalan seperti biasa. Warga tetap dapat mengakses layanan tanpa pembatasan.
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi jadwal pelaporan Jokowi hari ini dan menyatakan kesiapan penuh dalam memproses laporan sesuai hukum yang berlaku.***