AYOJAKARTA.COM - Ridwan Kamil, mantan gubernur Jawa Barat yang berasal dari partai Golkar, sebelumnya diisukan akan ikut Pilgub DKI Jakarta setelah reklame fotonya memakai ransel viral.
Ridwan Kamil waktu itu telah melakukan klarifikasi kalau reklame tersebut untuk promosi brand skincarenya yang baru di Jakarta.
Namun ternyata, pada bulan April 2024 ini, telah ada informasi tentang Ridwan Kamil yang ditugaskan oleh partainya, Golkar, untuk maju Pilgub DKI Jakarta.
Seperti apakah informasi tentang Ridwan Kamil maju Pilgub DKI Jakarta? Berikut informasinya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV dan Instagram @golkar.indonesia, Jumat (12/4/2024):
Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, telah mengumumkan tiga nama yang akan menjadi calon kader maju ke Pilgub DKI Jakarta. Salah satunya adalah Ridwan Kamil.
“Untuk DKI, Golkar sudah mengeluarkan surat penugasan kepada kader yang on the way ke Jakarta. Pak Ridwan Kamil,” ujarnya.
Ada tiga nama yang disebut yaitu Ridwan Kamil, Ahmad Zaki Iskandar, dan Erwin Aksa. Nama-nama tersebut telah disebutkan pada saat pertemuan dengan bakal calon kepala daerah lainnya.
“Yang kedua, Pak Ahmad Zaki, selaku ketua DPD Golkar DKI juga diberikan mandat,” lanjut Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Golkar Mantap Usung Ridwan Kamil Maju Pilgub DKI Jakarta, Begini Pernyataan Airlangga Hartarto
Erwin Aksa, anggota DPR yang belum dilantik, juga termasuk ditugaskan untuk maju ke Pilgub DKI Jakarta.
“Anggota DPR yang baru terpilih, belum dilantik, saudara Erwin Aksa, sudah pasang baliho juga di Ratu Plaza,” ujarnya melanjutkan.
Sementara itu, Partai Golkar mengumumkan kalau tidak memberikan mahar kepada para kader tersebut.
“Ketum Partai Golkar Airlangga memastikan Partai Golkar tidak menetapkan dan tidak mengunakan mahar dalam pencalonan Pilkada,” tulis akun Instagram @golkar.indonesia.
Partai Golkar juga menyebutkan kalau nantinya akan ada evaluasi secara berkala mulai bulan Mei 2024.
“Partai Golkar juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh bakal calon secara berkala, dan evaluasi pertama akan dilakukan pada bulai Mei 2024,” jelas @golkar.indonesia.***