AYOJAKARTA.COM – Upaya membongkar dugaan rekayasa barang bukti dalam kasus Jessica Wongso terus dilakukan Rismon Sianipar.
Melalui unggahan video di kanal Youtube-nya, Rismon Sianipar meyakini kasus Jessica Wongso melibatkan banyak oknum pihak.
Disamping Krishna Murti dan oknum Jaksa, Rismon Sianipar juga meyakini sejumlah saksi ahli ikut bertanggung jawab terhadap vonis yang dialami Jessica Wongso.
Anggapan tersebut disampaikan Rismon dengan menyertakan sejumlah diagram berisi tugas dan peran dari pihak-pihak yang terlibat.
Namun demikian, pokok persoalan yang menjadi penyebab vonis maksimal bagi Jessica tidak lain adalah manipulasi barang bukti CCTV.
“Ini semua video dan BAP rekayasa, dari saksi ahli psikolog, toksikolog, semua pakai video rekayasa,” tegas Rismon.
Baca Juga: Kepribadian Orang Berdasarkan Hari Lahir dari Senin hingga Minggu, Kamu Termasuk yang Mana?
Selain para pihak yang sudah disebut, Rismon menduga barang bukti hasil manipulasi juga dipergunakan Hakim dalam membuat keputusan.
Kuatnya pihak yang berseteru untuk menjatuhkan Jessica, membuat Rismon mendesak Krishna Murti untuk berhenti berbohong.
Dengan meminjam salah satu istilah dalam bidang psikologi, Rismon kemudian memberi julukan sebagai Pathological Liar atau Pendusta Akut atas setiap rangsangan.
“Saya ingin meminta lagi kepada Krishna Murti, jangan menjadi pathological liar, berbohong terus sampai Anda sendiri percaya kepada kebohongan Anda,” imbuhnya.
Penetapan Jessica sejak menjadi tersangka hingga penetapan vonis hukum terhadap Jessica, menurut Rismon tidak lain akibat kebohongan akut tersebut.
Sebagai perwira tinggi polisi dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau Irjen Pol, tidak pantas Krishna Murti berbohong.
“Sebagai Irjen Pol Anda gentleman-lah, mengaku saja telah merekayasa video CCTV kasus Jessica Wongso,” desak Rismon.
Selain menuntut kejujuran dari Krishna Murti, Rismon juga meminta agar video asli yang belum dimanipulasi M. Nuh dan Hariman Rianto juga diungkap ke publik.
Setiap kamera CCTV yang berada di cafe Olivier yang berjumlah 18, menurut Rismon perlu disampaikan kepada publik.
“Dimana itu, tunjukkan aslinya, karena Anda yang menyita DVR itu , berbuatlah sesuatu untuk negara ini,” tegasnya.
Gaji, fasilitas bahkan isi perut yang selama ini dinikmati Krishna Murti, menurut Rismon berasal dari uang rakyat sehingga harus digunakan demi kepentingan rakyat.
Baca Juga: Psikologi Cinta: 6 Mindset yang Membuat Seseorang Enggan Memiliki Pasangan dalam Waktu Lama
Disamping menggugah rasa kesadaran Krishna Murti, melalui unggahan videonya Rismon juga kembali menyinggung Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.
“Ini bagaimana Kapolri, bagaimana bisa negara ini kalah terhadap komplotan perekayasa seperti Krishna Murti, bagaimana bisa negara tunduk pada mereka?” pungkasnya.