News

Waspada Cuaca Ekstrem Selama Mudik Lebaran, BKMG Imbau Pemudik untuk Berhati-hati

Oleh: Iit Lita Apriani Jumat 29 Mar 2024, 18:38 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem saat mudik Lebaran.

AYOJAKARTA.COM — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Adapun pernyataan ini disampaikan karena BMKG memperkirakan adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah selama masa mudik Lebaran 2024.

Hal ini mengingat Indonesia sedang mengalami masa pancaroba dari musim penghujan menuju musim kemarau.

"Kami mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik. Dinamika atmosfer di Indonesia sangat dinamis, sehingga bisa tiba-tiba berubah,” ungkap Dwikorita, sebagaimana dikutip oleh Ayojakarta.com dari laman resmi BMKG, Jumat, 29 Maret 2024.

Lebih lanjut, BMKG berharap agar pemudik secara aktif memantau informasi dan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan mudik.

Baca Juga: 9 Tips Aman Mudik di Tengah Peringatan Cuaca Ekstrem hingga Lebaran

Dalam kondisi cuaca buruk, Dwikorita menyarankan untuk menunda perjalanan, terutama bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi laut.

"Lebih baik menunggu sampai kondisi cuaca kembali normal karena sangat membahayakan perjalanan," tambahnya.

Menurut Dwikorita, kondisi cuaca selama pekan mudik dibagi dalam tiga fase periodik.

Mulai dari sepekan sebelum Lebaran, pada tanggal 3-9 April 2024, diperkirakan wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.

Kemudian, periode Lebaran 2024, pada tanggal 10-16 April 2024, diprediksi kondisi cuaca di Indonesia secara umum cerah hingga berawan.

Sementara itu, sepekan setelah Lebaran, pada tanggal 17-23 April 2024, Indonesia bagian utara dan tengah berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024

BMKG bersama dengan beberapa lembaga terkait telah menyiapkan opsi operasi teknologi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

BMKG juga membuka posko pelayanan selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Pemerintah memperkirakan potensi pergerakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 2024 sebesar 71,7 persen atau sebanyak 193,6 juta orang, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai 5 hingga 8 April 2024, sedangkan puncak arus balik akan terjadi pada 13 hingga 16 April 2024.***

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Tedi Rukmana