News

Mendag Jamin Stok Pangan Cukup Jelang Idul Fitri, Zulkifli: Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Terus Menurun

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Selasa 26 Mar 2024, 10:24 WIB
Mendag saat meninjau harga pangan di pasar tradisional.

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan menjamin ketersediaan stok pangan jelang Idul Fitri.

Saat ini, harga sejumlah kebutuhan pokok juga terus turun. Seiring mulai adanya panen raya di beberapa daerah.

Harga yang mulai turun, adalah beras dan cabai.

Kemendag juga terus berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Baca Juga: Tes Kepribadian Pikiran: Tentukan Wajah yang Lebih Bahagia, Jawabanmu Akan Mengungkap Kepribadianmu Ekspresif, Intuitif, atau Logis

"Kita pantau terus perkembangan ketersediaan dan harga bahan pokok secara daring. Dan laporannya itu harian," ujar Mendag Zulkifli Hasan saat dikutip Ayojakarta.com dari laman kemendag.go.id, Selasa 26 Maret 2024.

Pemantauan harga dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang tersebar di 550 pasar rakyat di 503 kabupaten/kota 38 provinsi seluruh Indonesia.

Berdasarkan pantauan harga di SP2KP per 22 Maret 2024, hanya dua komoditas yang mengalami kenaikan :

Baca Juga: Hasil Rontgen di Tubuh Almarhum Stevie Agnecya Ditemukan Benda Aneh Sepanjang 10 Cm, Ini Penjelasan Dokter Muhamad Makky

- Telur ayam ras naik 8,77 persen menjadi Rp33.500/kg

- Bawang putih naik sekitar 7 persen menjadi Rp43.200/kg--43.500/kg.

Sedangkan untuk komoditas yang harganya pada bulan lalu mengalami kenaikan, seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan cabai saat ini sedang mengalami tren penurunan.

Sementara untuk komoditas bapok lainnya, seperti gula pasir, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan tepung terigu tercatat stabil.

Baca Juga: Alhamdulillah! 4 Wilayah Ini Sudah Mulai Terima Bansos Beras 10 Kg, Daerahmu Termasuk?

Jika menjelang Idul Fitri nanti ada kenaikan harga, Kemendag sudah siap melakukan antisipasi.

Pemda dapat menggunakan dana dari Belanja Tak Terduga (BTT). Dana tersebut untuk memberikan subsidi biaya distribusi antara daerah.***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Imanudin Abdurohman