AYOJAKARTA.COM — Film Kiblat yang baru akan tayang di bioskop Indonesia baru-baru ini menuai kontroversial.
Melalui unggahan Instagram, Ketua MUI Bidang Dakwah, Cholil Nafis turut memberikan tanggapan terkait film Kiblat.
Ketua MUI itu mengatakan bahwa film Kiblat tidak boleh ditonton lantaran menggunakan promosi sensitif.
"Acapkali menggunakan promosi sensitif dan kontroversi agar menarik perhatian dan banyak penonton. Tapi kalau menyinggung agama biasanya malah tak boleh ditonton," tuturnya.
Meski belum tahu apa isi yang diproduksi oleh rumah produksi Leo Pictures itu, tapi dia menilai poster film tersebut tidak sesuai dengan judul filmnya.
Baca Juga: 7 Karakter Asli Orang yang Suka Menonton Film Kartun atau Anime, Nggak Suka Dunia Nyata Ya?
"Saya tak tahu isi filmnya maka belum bisa komentar. Tapi gambarnya seram kok judulnya Kiblat ya. Saya buka-buka arti kiblat hanya Ka'bah, arah menghadapnya orang-orang salat," kata Cholil.
Sehingga, ia menilai jika film ini tidak layak untuk ditayangkan karena termasuk kampanye hitam.
"Kalau ini benar, sungguh film ini tak pantas diedar dan termasuk kampanye hitam terhadap ajaran agama, maka film ini harus diturunkan dan tak boleh tayang," imbuhnya.
Postingan Ketua MUI tentu menuai banyak respon dari warganet.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah untuk Anak yang Hobi Nonton Film, Berpeluang Jadi Pemeran Sinema
Tak sedikit dari mereka yang setuju jika film tersebut tidak ditayangkan dan memintanya untuk segera diboikot.
“Boikot pak dan keluarkan fatwa MUI mengenai film horor yang berbau penistaan,” tulis @handokoxxxx.
“Pelecehan terhadap aktivitas ibadshyyang amat sakral,” kata @dioapxxxx.
“Semoga di takedown,” kata @alaksxxxx.***