AYOJAKARTA.COM - Guna menunjang data beli masyarakat selama Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran perlindungan sosial masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk memberikan THR dan Gaji ke-13 bagi ASM dan pensiunan.
Pemberian THR dan Gaji ke-13 dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi. Kok bisa?
Dilansir Ayojakarta.com dari Instagram @kemenkeuri Sabtu 23 Maret 2024, pemberian THR dan gaji ke-13 dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Dijelaskan, kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 sempat terkontraksi 2,07 % yoy. Berangsur pulih hingga mencapai 5,05% pada 2023.
Salah satu kontributor terbesarnya ditopang oleh konsumsi rumah tangga.
Untuk itu, daya beli rumah tangga masyarakat perlu dijaga. Salah satunya melalui belanja perlindungan sosial dan pemberian THR dan Gaji ke-13.
Tahun 2024, anggaran perlindungan sosial dalam APBN mencapai Rp 496,8 triliun.
Anggaran itu terdiri dari berbagai program. Terutama untuk mendukung masyarakat yang paling rentan, antara lain :
- Perlindungan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan sasaran 10 kita KPM
- Asisten Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dengan sasaran :
1. 38 ribu anak
2. 32,6 ribu lansia
3. 58, 3 ribu penyandang disabilitas
- Subsidi Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan sasaran : 6, 09 juta debitur.
- Program Indonesia Pintar (PIP) dengan sasaran, 20,8 juta siswa.
- Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dengan sasaran 1,1 juta mahasiswa.
- Bantuan Iuran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) untuk 96,8 juta peserta.
Baca Juga: Sebelum Meninggal Dunia, Stevie Agnecya Pernah Cerita tentang Santet yang Dialaminya 3 Tahun Lalu
- Subsidi BBM sebanyak 19,58 kita kiloliter.
- Bansos sembako untuk 18,8 juta KPM
- BLT desa untuk 2,96 kita KPM
Disisi lain, sesuai PP Nomor 14 Tahun 2024, THR dan gaji ke-13 akan diberikan pada aparatur negara dan pensiunan.
- Total anggaran THR aparatur negara, daerah dan pensiunan TA 2024 sebesar Rp 48,7 triliun
- Total anggaran gaji ke-13 sebesar Rp 50,8 triliun
Yuks, bijak berbelanja. Mari gunakan THR untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.***
Baca Juga: 9 Trik Psikologis Supaya Didengar Anak tanpa Melukai Harga Dirinya