AYOJAKARTA.COM -- Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma dan Paus Amerika Latin pertama dalam sejarah, telah meninggal dunia pada Senin di usia 88 tahun.
Kardinal Kevin Farel, juru bicara Vatikan, mengumumkan bahwa Paus wafat pada pukul 7 lebih 35 pagi waktu setempat. Paus Fransiskus sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Gemeli sejak 14 Februari 2025 akibat krisis pernapasan yang berkembang menjadi pneumonia ganda.
Paus menghabiskan 38 hari menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, menjadi masa rawat inap terlama selama 12 tahun masa kepausannya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Berita Duka Paus Fransiskus Pemimpin Umat Katolik Tutup Usia
Fransiskus memang memiliki riwayat penyakit paru-paru kronis sejak muda, di mana sebagian paru-parunya pernah diangkat.
Jenazah Paus saat ini masih berada di Basilika Santo Petrus dan sedang menjalani pemeriksaan oleh tim forensik Vatikan untuk menentukan penyebab utama kematiannya, yang akan diinformasikan kepada publik pada malam hari waktu Italia.
Berbagai tokoh dunia menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
"Dengan rasa duka yang mendalam saya menerima kabar mangkatnya Sri Paus Fransiskus.
Dunia kembali kehilangan sosok panutan yang memiliki komitmen besar terhadap perdamaian, kemanusiaan dan persaudaraan.
Kunjungan Sri Paus Fransiskus ke Jakarta tahun lalu telah memberi kesan yang mendalam tidak hanya di kalangan umat Katolik namun di hati seluruh rakyat Indonesia."
Baca Juga: Paus Fransiskus Pakai Mobil Innova di Indonesia, Papua Guini Raize, Bagaimana di Timor Leste?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan penghormatan terakhir melalui platform media sosial Truth Social dengan menuliskan "Beristirahatlah dengan tenang Paus Fransiskus, semoga Tuhan memberkatinya dan semua yang mencintainya."
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan kontribusi mendiang Paus dalam membangun hubungan antar agama dan menyampaikan ungkapan empati kepada seluruh jajaran pemimpin Katolik.
Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, mengumumkan bahwa masa berkabung di Vatikan akan berlangsung selama 9 hari, dan pemakaman Paus baru akan dilaksanakan setelah masa berkabung tersebut.
"Masa berkabung di Vatikan itu 9 hari, jadi 9 hari sejak hari ini baru akan dilaksanakan pemakaman," ujar Kardinal Suharyo.
Paus Fransiskus juga menjelaskan bahwa pemilihan Paus baru atau Konklaf akan dilakukan 15 hari setelah Paus wafat. Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia akan dibuka bagi warga yang ingin menyampaikan bela sungkawa.
Gereja Katedral Jakarta juga akan menggelar misa arwah untuk Paus Fransiskus pada Kamis, 24 April 2025.
"Besok Kamis sore akan ada misa arwah di Gereja Katedral jam 5.00 sore dan diharapkan paroki-paroki di seluruh Keuskupan Agung Jakarta juga akan mengadakan doa-doa arwah di parokinya masing-masing," tambah Kardinal Suharyo.
Sementara itu, di London, Inggris, Katedral Westminster juga menggelar misa penghormatan dengan kehadiran Raja Charles yang diperkirakan akan hadir sebagai simbol eratnya hubungan antara Gereja Katolik dan Kerajaan Inggris serta bentuk penghormatan pribadi atas warisan damai sang Paus.***