AYOJAKARTA.COM - Presiden Jokowi dikabarkan akan menghentikan bansos pangan beras 10 kilogram yang selama ini dinikmati masyarakat.
Bagi-bagi bansos di era pemerintahan Jokowi, sempat dikritik dengan dikaitkan sebagai faktor kemenangan paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran pada pilpres 2024.
Seiring usainya pemilu dengan ditandai pengumuman resmi pemenang pilpres 2024 oleh KPU, Jokowi memberi sinyal akan hentikan bansos beras 10 kilogram.
Hal itu pastinya memunculkan spekulasi publik bahwa program bansos erat kaitannya dengan pencalonan Gibran sebagai cawapres di pilpres 2024 ?
Sinyal akan dihentikannya bansos beras bermula saat Jokowi meninjau Komplek Bulog Kampung Melayu, Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu, 20 Maret 2024.
Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan ketersedian beras di Komplek Bulog Kampung Melayu, Singkawang.
Bukan hanya itu, Jokowi juga membagikan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.
Baca Juga: 10 Fakta Psikologi tentang Orang Pendiam, Cenderung Memendam Perasaan?
Dalam sambutannya di hadapan masyarakat, Jokowi sempat bertanya soal keberlanjutan program bantuan pangan itu.
"Setelah Maret akan dilanjutkan ke bulan April setuju?, setelah April ke Mei setuju?, setelah Mei ke Juni setuju?," kata Jokowi yang juga diteriaki masyarakat setuju dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat, 22 Maret 2024.
Dirinya pun enggan untuk berjanji bahwa bantuan pangan ini akan terus berlangsung hingga Desember.
"Ya nanti setelah Juni saya akan lihat lagi APBN kita ada anggaran gak, kalau ada akan diteruskan tapi enggak janji, belum janji, saya akan buka dulu supaya nanti bisa diteruskan sampai Desember, tapi dilihat dulu anggarannya ada atau tidak," ujar mantan orang nomor 1 di DKI.
Dengan demikian, kesimpulannya bahwa bansos beras akan dilanjutkan setelah Jokowi memastikan ketersediaan anggaran negara.
Seperti diketahui, sejak beberapa bulan harga beras terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Diketahui harga beras medium yang semula Rp 9000 - Rp 10.000 per kilogram, naik hingga kisaran Rp 14.000 per kilogram di pasaran.
Sebagai makanan pokok masyarakat, hal ini cukup memberatkan ekonomi masyarakat sebab pembelian beras dilakukan hampir setiap hari.
Dengan adanya bantuan pangan berupa beras selama ini, masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya program bantuan pangan itu.***