News

Rismon Sianipar Singgung Nama Rosiana Silalahi dan Karni Ilyas, Minta Bantu Kasus Jessica Wongso?

Oleh: Karseno AJ Sabtu 16 Mar 2024, 16:53 WIB
Potret Jessica Wongso

AYOJAKARTA.COM - Upaya mengungkap tindak rekayasa bukti digital dalam kasus Jessica Wongso terus dilakukan oleh Rismon Sianipar.

Saat sidang kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso digelar para 2016 silam, Rismon Sianipar sempat hadir sebagai Saksi Ahli Digital.

Berdasarkan pengetahuan dan kesaksiannya, Rismon Sianipar meyakini telah terjadi upaya manipulasi barang bukti yang berdampak pada vonis Jessica Wongso.

Baca Juga: Ingin Ajukan KUR Kecil Bank BRI? Persyaratan dan Jenis Lengkap di Sini

Menurut Rismon, satu hal paling mencolok yang mengindikasikan adanya rekayasa dan manipulasi adalah perbedaan metadata atau rincian ukuran video.

Terkait dengan pelaku rekayasa barang bukti, Rismon menganggap M. Nuh Al Azhar serta Christopher Hariman Rianto merupakan orang paling bertanggung jawab.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan adanya peran penting atau keterlibatan dari oknum penegak hukum.

Tidak adanya perkembangan signifikan atau respons dari sejumlah pihak atas laporannya, ditengarai sebagai salah satu indikasi adanya praktik mafia hukum dan peradilan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan hukum di Indonesia, melalui kanal Youtube-nya Rismon aktif menyuarakan pentingnya pengungkapan.

Terkait dengan dugaan praktik manipulasi barang bukti dalam perkara kopi sianida, Rismon telah melakukan sejumlah laporan.

Baca Juga: Info Loker 2024! Perusahaan Konsultan Marketing asal Korea Buka Lowongan Admin Media Sosial Freelance, Cek Selengkapnya Disini!

Dari Mensesneg, Menko Polhukam, Propam, Dumas Mabes Polri, Komnas HAM, serta Komisi Kejaksaan Republik Indonesia.

“Semua sudah kita hubungi, tetapi sampai saat ini tidak ada hasil, dan inilah realitas yang kita jalani di Republik ini,” ungkap Rismon.

Mengungkap dugaan tindak kejahatan, menurut Rismon perlu menjadi prioritas bagi para pejabat yang saat ini masih memiliki wewenang.

Sebab bukan tidak mustahil, para oknum mafia hukum akan melakukan upaya balas dendam atau tindakan persekusi di masa mendatang.

“Ketika Anda menjadi masyarakat biasa, para mafia hukum ini karena terbiasa melakukan rekayasa, akan menarget Anda menjadi korban,” imbuh Rismon.

Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih Satu Daun Paling Disuka untuk Tahu Kepribadian dan Karakter di Hubungan Percintaan Kamu

Menurut Rismon siapapun sangat memiliki potensi menjadi korban para mafia hukum, sehingga ruang geraknya harus ditekan dan ditumpas.

Sayangnya realitas yang saat ini terjadi adalah ketidakmampuan pejabat atau pengemban amanat hukum dari rakyat.

“Akibat pejabat yang berwenang saat ini seperti tumpul, mandul wewenang, tidak mau tahu, terlebih Kapolri,” tegas Rismon.

Persoalan manipulasi dan rekayasa hukum yang dialami Jessica Wongso, menurut Rismon bisa saja terjadi dan dialami oleh siapapun sehingga perlu menjadi musuh bersama.

Sebelum benar-benar melibatkan komunitas internasional, Rismon juga mencoba membuka komunikasi dengan jurnalis nasional Karni Ilyas serta Rosiana Silalahi. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky