AYOJAKARTA.COM - Bulan tua (urjunil qadim) yang menjadi penanda akhir bulan Syaban tahun ini terpantau di beberapa lokasi di dunia pada Sabtu, 9 Maret 2024, namun bulan muda (hilal) penanda awal Ramadhan 1445 belum menampakkan dirinya pada 10 Maret 2024.
Demikian laporan dari organisasi astronom muslim sedunia yang tergabung dalam Moonsighting Committee Worldwide (MCW).
Bagi kamu yang sering membaca atau sekadar mendengar pembacaan surat Yasin dalam Al-Quran, tentu kamu tidak asing lagi dengan frasa urjunil qadim.
Frasa tersebut disebutkan dalam surat Yasin ayat ke 39 yang berbunyi, “Wal-qamara qaddarnahu manazila ḥatta 'ada kal-'urjụnil-qadim,” yang secara tekstual berarti, “Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.”
Frasa urjunil qadim secara tekstual diartikan sebagi tandan (pelapah pohon kurma) yang tua.
Adapun ringkasan dari tafsir dari Kemenag atas ayat ke-39 surat Yasin tersebut yang dikutip AyoJakarta.com dari situs QuranHadits.com adalah sebagai berikut:
“Dan telah Kami tetapkan pula jarak-jarak tertentu sebagai tempat peredaran bagi bulan, sehingga setiap saat jarak tersebut mengalami perubahan.”
“Sesampainya ke tempat peredaran yang terakhir, kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.”
“Mula-mula penampakan bulan muncul dalam keadaan kecil dan cahaya yang lemah, beralih menjadi bulan sabit dengan sinar yang terang, berubah menjadi bulan purnama, kemudian perlahan kembali mengecil dan kembali ke bentuk semula.”
Dilansir dari situs Moonsighting.com, beberapa astronom muslim dari berbagai belahan dunia menyatakan kesaksiannya telah melihat urjunil qadim pada Sabtu, 9 Maret 2024, pagi.
Di sinilah perbedaan kemunculan urjunil qadim dan hilal. Urjunil qadim dipantau pada pagi hari sesaat sebelum matahari terbit, dan hilal dipantau pada petang hari sesaat sesudah matahari tenggelam.
Dari Sydney, Australia, astronom Falcon Raja melaporkan bahwa telah melihat urjunil qadim alias sabit tua pada Sabtu, 9 Maret 2024 dari pukul 5.50 sampai 6:35 pagi waktu setempat.
Dari Tamil Nadu, India, astronom K. Mohammed Hussain juga melaporkan hal yang sama, bahwa urjunil qadim terpantau pada Sabtu, 9 Maret 2024 pagi.
Baca Juga: Kopi Kenangan Hanya Untukmu Buka Loker untuk Digital Marketing Specialist, Kamu Tertarik?
Dari Abha, Arab Saudi, astronom Dr. Ayyub Patel menyaksikan urjunil qadim pertama kali pada Sabtu, 9 Maret 2024 pukul 5.52 pagi waktu setempat meski sedikit tertutup awan.
Dari Colombo, Sri Lanka, astronom Shafraz Macksood melaporkan kemunculan urjunil qadim pada pagi hari Sabtu, 9 Maret 2024 sesaat sebelum matahari terbit dan langit telah berwarna biru.
Sampai kemarin, Minggu, 10 Maret 2024, MCW belum menerima laporan kesaksian munculnya hilal sebagai penanda awal Ramadhan 1445 H kecuali dari Mexico City, Mexico, seperti yang sudah diprediksi sebelumnya.
***