News

Miris! Jessica Kumala Wongso Disebut Rismon Sianipar sebagai Korban Para Mafia Hukum, Mengapa?

Oleh: Nadya Donna Putri Minggu 10 Mar 2024, 14:15 WIB
Rismon Sianipar masih bela Jessica di kasus kopi sianida

AYOJAKARTA.COM - Rismon Sianipar kembali membahas kasus kopi sianida Jessica Kumala Wongso.

Rismon Sianipar bahkan menyebut jika Jessica Wongso adalah korban para mafia hukum. Mengapa?

Berikut informasi selengkapnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Sarang Informasi:

Baca Juga: Info Terbaru Bansos BPNT, PKH, BSB, dan Mitigasi Risiko Pangan Hari Minggu Tanggal 10 Maret 2024, Cair Kapan?

Rismon Sianipar menyebutkan jika Jessica Jessica Wongso menjadi korban para mafia hukum karena beberapa hal ini.

“Jessica Kumala Wongso menjadi korban para mafia hukum ini,” ujarnya dalam video tersebut.

Rismon Sianipar bahkan menyebut kalau ini adalah wajah hukum di Indonesia yang terjadi saat ini.

Menurut ahli digital forensik tersebut, malah manipulator mafia hukum yang diberi jabatan tinggi.

“Dan inilah wajah hukum di Indonesia. Seorang manipulator mafia hukum seperti mereka ini justru diberi jabatan,” ujarnya lagi.

Baca Juga: 5 Tanda Bahwa Dia Bukanlah Jodoh yang Selama Ini Kamu Tunggu, Tidak Bisa Jadi Diri Sendiri Salah Satunya

Rismon Sianipar mengungkapkan kekesalannya karena Jessica menjadi korban atas perekayasaan CCTV.

“Sobat-sobat satu perjuangan hukum untuk keadilan meruntuhkan tembok rekayasa yang terjadi pada persidangan sesat Jessica Kumala Wongso menjadi korban rekayasa para mafia hukum ini,” ujarnya.

Rismon Sianipar mengajak para penonton video tersebut untuk membela Jessica karena WNI atau Warga Negara Indonesia.

“Kita (Rismon dan penonton videonya) tidak boleh diam karena Jessica adalah Warga Negara Indonesia,” ujarnya.

Rismon Sianipar juga mengatakan kalau tidak boleh pihak berwenang melakukan tindakan yang semena-mena.

Baca Juga: 9 Bekal untuk Menyambut Ramadhan, Salah Satunya Gunakan Waktu Sebaik-baiknya, lho!

“Tidak boleh mereka semena-mena melakukan perbuatan rekayasa tersebut,” ujarnya sambil emosi.

Ia juga berkata kalau tidak boleh ada orang yang menggunakan jabatannya untuk merekayasa sebuah kasus.

“Tidak boleh ada orang yang semena-mena menggunakan wewenangnya untuk merekayasa kasus,” ujarnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Jinan Vania Barizky