News

Jelang Bulan Ramadhan, Ketum PBNU Komentari Soal Usulan Pembubaran Sidang Isbat dan Tetap Ikuti Aturan Negara

Oleh: Sucipto Sabtu 09 Mar 2024, 17:09 WIB
Ketua PBNU Yahya Cholil Kembali Cabut Penonaktifan Pengurus NU yang Terlibat dalam Pemilu 2024

AYOJAKARTA.COM - Penetapan tanggal 1 bulan Ramadhan di Indonesia secara resmi akan diumumkan oleh pemerintah melalui mekanisme yang disebut sidang Isbat.

Penetapan melalui sidang isbat ini sebenarnya digunakan agar pelaksanaan ibadah puasa bulan Ramadhan  bisa dimulai secara bersamaan.

Namun, meskipun telah memiliki mekanisme sidang isbat untuk menetapkan tanggal 1 bulan Ramadhan, Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang sangat toleran.

Baca Juga: Ternyata Faktor Ini Yang Membuat Jurusan Kedokteran Relatif Mahal

Tradisi di Indonesia, selama ini tetap mempersilahkan kelompok-kelompok tertentu memulai 1 Ramadhan secara berbeda.

Perbedaan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan bisa berjalan dengan baik tanpa mengakibatkan konflik.

Menyikapi perbedaan pada penetapan 1 Ramadhan antara mekanisme sidang isbat dan kelompok-kelompok tertentu, Gus Yahya, Ketum PBNU, memberikan pendapatnya.

Baca Juga: Cara Mengetahui Orang Yang Manipulatif Di Tempat Kerja Menurut Psikologi, Kamu Harus Waspada!

Menurut beliau, PBNU dan juga NU secara keseluruhan akan mengikuti hasil sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadhan sekaligus memulai ibadah puasa.

Dilansir ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV, Gus Yahya menghimbau umat Islam agar meningkatkan pendekatan diri kepada Allah SWT, tentang apapun yang dikeluhkan.

“Semua ikhtiar telah dilakukan, dan menggunakan kesempatan Ramadhan ini dengan menambahkan ikhtiar rohani kita, untuk mendekat kepada Allah SWT dan meminta pertolongan-Nya,” kata Gus Yahya.

Ketika ada pertanyaan tentang usulan Muhammadiyah untuk menghapus sidang isbat, Gus Yahya mengatakan bahwa sidang isbat sudah menjadi ketentuan pemerintah.

“Jadi tidak bisa misalnya tiba-tiba menteri agama mengatakan tahun ini tidak sidang isbat, karena ini sudah menjadi aturan. Dan sebetulnya, sidang isbat ini diselenggarakan untuk tujuan agar harmoni masyarakat bisa terpelihara di Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Gus Yahya menjawab pertanyaan wartawan.

Baca Juga: Cara Mengetahui Orang Yang Manipulatif Di Tempat Kerja Menurut Psikologi, Kamu Harus Waspada!

“Bahkan dulu yang mengusulkan sidang isbat sendiri dari Muhammadiyah,” lanjut Gus Yahya.

“Bagi NU, bahwa awal Ramadhan dan Idul Fitri akan ditentukan dari hasil rukyah hilal, dan karena aturan pemerintah akan menyelenggarakan sidang isbat, maka kami dengan ini menyandarkan diri pada hasil sidang isbat itu sendiri.”

“Apalagi,” lanjut Gus Yahya, “NU tidak boleh mengumumkan pandangan yang berbeda dari pemerintah jika sudah ada penetapan isbat.” ***

Reporter Sucipto
Editor Maria Wulan