AYOJAKARTA.COM - Cawapres paslon 03 Mahfud MD enggan menanggapi kasus dilaporkannya Ganjar Pranowo ke KPK oleh Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso.
Dikutip dari YouTube Kompas TV, Mahfud MD menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik mengikuti kasus yang melibatkan pasangannya dalam pilpres 2024 ini.
“Terserah KPK aja, saya ndak terlalu tertarik mengikuti itu karena situasi politiknya sedang ada di depan kita, sehingga macam-macam nanti tafsirnya,” ujar Mahfud MD di hadapan wartawan, Sabtu 9 Maret 2024.
Meski terkesan tidak peduli, Mahfud MD mengaku telah menghubungi Ganjar untuk menanyakan masalah ini.
Menurut Mahfud MD, Ganjar Pranowo menampik bahwa dirinya terlibat dalam kasus yang dilaporkan oleh IPW tersebut.
“Sejauh ini komunikasi saya dengan Ganjar katanya ndak, ndak ada itu katanya. Itu aja,” tutur Mahfud MD.
Baca Juga: Tes Kepribadian : Garpu atau Botol yang Kamu Lihat? Bisa Tunjukkan Kamu Petarung Sejati atau Bukan
Laporan IPW ke KPK terkait dugaan gratifikasi atau penerimaan suap yang melibatkan Ganjar sudah dilakukan 5 Februari 2024 atau beberapa hari sebelum pencoblosan pilpres 2024.
IPW melaporkan Dirut Bank Jateng periode 2014-2023 dan Gubernur Jateng periode 2013-2023 atas dugaan gratifikasi berupa cashback dari perusahaan-perusahaan asuransi penjamin kredit di Bank Jateng.
Menurut Sugeng, Bank Jateng menerima cashback sebesar 16 persen dari nilai premi yang dibayarkan ke perusahaan-perusahaan asuransi.
Total cashback selama masa kepemimpinan Ganjar di Jateng itu, menurut Sugeng, lebih dari 100 milyar Rupiah dan dialokasikan ke tiga pihak, yakni 5 persen untuk operasional Bank Jateng, serta masing-masing 5,5 persen untuk pemegang saham dan pemegang saham pengendali Bank Jateng.
Baca Juga: 3 Kota Paling Selatan di Dunia, Dijadikan Pintu Masuk ke Antartika
Ganjar sendiri telah membantah isi laporan tersebut. Dalam pernyataannya kepada beberapa media, Ganjar menolak disebut menerima gratifikasi seperti yang dituduhkan.
Seperti halnya Mahfud MD, jubir TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakim menengarai laporan ini bermuatan politik.
Terlebih lagi pelapor, Sugeng, diketahui merupakan caleg dan salah satu partai politik yang menjadi lawan paslon Ganjar-Mahfud di pemilu 2024.
Di sisi lain, Sugeng membantah laporannya ini dikaitkan dengan posisinya dalam sebuah partai politik.
Baca Juga: 3 Kota Paling Selatan di Dunia, Dijadikan Pintu Masuk ke Antartika
Menanggapi saling jegal dan sanggah ini, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zaenur Rohman, menyatakan itu sebagai hal yang biasa dalam politik.
***