AYOJAKARTA.COM – Jusuf Hamka adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia yang memiliki bisnis jalan tol.
Meski menjadi salah satu konglomerat di Tanah Air, tak membuat Jusuf Hamka memberikan perlakuan spesial kepada anak-anaknya.
Jusuf Hamka mengatakan dirinya tidak pernah memperlakukan anak-anaknya layaknya anak sultan.
Ia mengaku pada saat anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah, dirinya merupakan orang tua yang pelit.
Baca Juga: Kini Jadi Konglomerat, Jusuf Hamka Pernah Pura-pura Ngaku Punya Perusahaan saat Muda Demi Dapat Ini
Bahkan ketika bepergian ke luar kota menggunakan pesawat, ia memilih menggunakan kelas ekonomi.
“Waktu zaman sekolah saya pelit-pelitin. Waktu dia sudah kelar sekolah, dia boleh agak enjoy. Dulu waktu zaman sekolah economy class semua berangkat, enggak ada business class,” katanya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Jusuf Hamka, Jumat (8/3/2024).
Jusuf Hamka mengungkapkan karena sudah terbiasa memilih maskapai kelas ekonomi, anak-anaknya akan ikut di kelas yang sama dengannya.
Ia mengaku sudah sering menggunakan maskapai kelas ekonomi untuk bepergian ke berbagai daerah.
Baca Juga: Jusuf Hamka Ogah Pamer Harta Meski Jadi Konglomerat: Gak Flexing Aja Orang Kenal Saya
Jusuf Hamka berujar dirinya tidak terlalu mementingkan perkataan orang lain jika bepergian dengan maskapai kelas ekonomi.
Menurutnya, bepergian dengan maskapai kelas ekonomi maupun kelas bisnis akan mendarat di tempat yang sama.
“Dulu waktu zaman sekolah economy class semua berangkat, enggak ada business class. Sekarang pun kadang kala kalau saya suka berangkat naik economy class mereka malu. Ikut juga economy class sama saya. Why not? Bukan kadang-kadang, sering. Kadang kala saya naik airlines lokal ke Samarinda, Balikpapan, economy class I don't mind, nyampenya sama bos,” ujarnya.
Baca Juga: Profil Jusuf Hamka, Pengusaha Jalan Tol Sukses yang Pernah Diisukan Tak Bayar Pajak Selama 35 Tahun
Jusuf Hamka mengaku dirinya sama sekali tidak gengsi jika harus bepergian menggunakan maskapai kelas ekonomi.
Sosok yang kerap disapa Babah Alun ini menegaskan dirinya lebih mementingkan fungsi.
“Kalau kita bicara gengsi berarti kita mengabaikan masalah fungsi. Saya lebih mementingkan masalah fungsi daripada gengsi,” tutupnya.***